Kompetisi Divisi Utama 2014 tinggal dalam hitungan hari. Diperkirakan awal Februari nanti mulai bergulir. PSIM Jogja termasuk klub yang akan berlaga di kompetisi itu. Lantas bagaimana persiapan tim yang berjuluk Laskar Mataram itu?
Daneswara, Jogja
PSIM Jogja kembali hanya diurus sedikit orang. Ketua Umum PSIM Jogja Haryadi Suyuti mengaku telah menemukan kerangka manajemen guna menahkodai pada musim kali ini.
HS, sapaan akrabnya, mengatakan baru tiga nama yang dipastikan menahkodai PSIM. Ketiga orang ini adalah Dwi Irianto, Jarot Sri Kastawa, dan Iriantoko Cahyo Dumadi. Mereka telah berkiprah bersama PSIM sejak musim kompetisi 2013.
Dwi Irianto atau biasa disapa Mbah Putih pada musim kompetisi lalu menjabat direktur teknis. Sedangkan Jarot sebagai sekretaris, dan Iriantoko (Antok) menjadi direktur keuangan.
“Untuk Jarot dan Antok posisinya tidak berubah. Mereka tetap di posisi lama,” ungkap HS kemarin (16/1).
Lain halnya dengan Mbah Putih. Pria yang tinggal di belakang Pasar Demangan itu bakal dipromosikan ke jabatan yang setingkat lebih tinggi.
“MP bakal menjadi direktur utama,” ungkap pria yang juga menjabat wali kota Jogja ini. MP merupakan singkatan dari Mbah Putih. HS juga biasa menyebut dengan sapaan tersebut.
Suami Tri Kirana Muslidatun itu mengatakan tidak akan menambah jumlah personel yang duduk di manajemen PSIM. Ia mengaku cukup dipercayakan pada tiga orang itu.
“Meski hanya dipegang tiga orang, PSIM tetap bisa berdiri tegak di musim 2014,” tegasnya.
HS yakin dengan personel yang jumlahnya sedikit, justru membuat roda organisasi berjalan lebih efektif. Dengan demikian, tak ada orang yang mengklaim ada di manajemen, namun sebenarnya tak pernah bekerja bagi klub kebanggaan Brajamusti dan The Maident tersebut.
“Banyak-banyak juga buat apa. Menurut saya sedikit orang tidak masalah. Lebih baik sedikit, tapi bekerja semua,” alumnus Fisipol UGM ini.
Terlebih lagi di musim lalu, PSIM juga berjalan dengan manajemen yang minimalis. Hasilnya sangat bagus. PSIM bisa menyelesaikan kompetisi tanpa meninggalkan utang gaji pemain. Namun demikian, sampai sekarang PSIM masih punya utang dengan pihak ketiga sebesar Rp 700 juta.
Posisi tiga orang itu memang masih sebatas penunjukan secara lisan. Rencananya, penetapan manajemen PSIM itu akan didakan dalam diadakan pekan depan.
Adapun materi pertemuan akan membahas masalah legalitas PSIM. Termasuk lembaga yang akan menaungi PSIM. Yakni apakah akan membentuk perseroan terbatas (PT) baru atau mempertahankan PT Putra Insan Mandiri (PT PIM). Meski sudah terbentuk setahun lalu, hingga sekarang badan hukum PT PIM belum disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM).
“Setelah itu, kemungkinan Februari kami melakukan persiapan tim,” lanjutnya.
Menyoal tempat tinggal pemain, PSIM dipastikan sudah bisa menggunamkan Wisma PSSI dalam waktu dekat. Setelah direnovasi, PSSI DIJ bakal menerima penyerahan dari Kemenpora. Kedudukan PSSI DIJ adalah sebagai penanggung jawab pengelola gedung.
“Penyerahan akan didakan pada 24 Januari mendatang,” tandas pengurus PSSI DIJ Suparijan.
Beberapa orang yang menghuni wisma, sekalipun PSIM tak ikut kompetisi seperti pemain Yoega Viermansyah, dan perlengkapan tim Matheus Kristianto sudah mulai menghuni wisma tersebut. (*/kus)