Kamis, 09 September 2010
Tari Klasik Dua Istana DIJ
JOGJA - Untuk kali pertama, Dinas Kebudayaan Propinsi DIJ menggelar even kesenian yang menggabungkan dua istana di Jogjakarta, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Puro Pakualaman. Even bertajuk Gelar Budaya Yogyakarta tersebut dilangsungkan di Bangsal Sewatama Pura Pakualaman dengan iringan gending soran Pura Pakualaman Rabu (30/6) malam kemarin.
Ketua panitia sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi DIJ, Djoko Dwiyanto, mengungkapkan even ini memang sengaja dihadirkan untuk masyarakat  Jogja. "Sudah lama kami ingin membuat acara ini dan baru kali ini terlaksana, mudah-mudahan kegiatan ini bisa berkembang sesuai misi dan bisa meluas di DIJ," kata Djoko.
Gending-gending soran yang ditampilkan di bangsal Sewatama itu menambah keagungan pergelaran ini. Saat itu, muncullah para keturunan yang membawa dua darah keraton tersebut lengkap dengan busana adat istana Pura Pakualaman pada peragaan busana. Masyarakat yang bukan warga keraton dapat menyaksikan busana-busana yang biasa dipakai raja, permaisuri, dan anak-anaknya.
Busana-busana yang ditampilkan antara lain, manggala yuda, bupati dan istri bupati, dalem kakung dan putri, sabuk wolo kakung dan putri, busana pesiar kakung dan putri, serta busana KGPAA Pakualam dan permaisuri.
Pada kemarin malam juga ditampilkan tiga tari klasik dari Kraton Jogja, yaitu Srimpi Pandelori, Beksan Janaka Suprabawati, dan Pethilan Anila Prahasta. Acara Gelar Budaya Yogyakarta ini akan berlangsung hingga 4 Juli 2010 dengan menampilkan berbagai macam tari klasik dari dua istana di DIJ. (isa)
 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.