|
Tuesday, 30 April 2013 09:58 |
|
SLEMAN - Gongsin Indonesia menggelar Gongsin Essay Competition (GEC) 2013 tingkat SMA-SMP Se DIJ-Jateng. Lomba ini dalam rangka mengumpulkan aspirasi dan harapan murid Indonesia terhadap pendidikan yang dienyamnya selama sembilan tahun.Menurut Media Center Officer Gongsin Indonesia Jogja, Vefi Analika Prahmeswari,GEC 2013 bertemakan Harapan kamu tentang pendidikan Indonesia, berkaca dari pendidikan di luar negeri. Acara ini juga ingin mengumpulkan ide dan gagasan tentang sistem, teknologi dan inovasi dalam pendidikan. Peserta kompetisi dibagi dua kategori, murid SMA dan murid SMP. Esai adalah hasil karya orisinil yang belum pernah dipublikasikan. Belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan sejenis, dan tidak pernah digunakan untuk media komunikasi apapun. Peserta adalah perseorangan, dan satu orang boleh mengirimkan lebih dari satu esai.Lomba ini boleh diikuti murid SMP dan SMA se-Jawa Tengah dan DIJ. Gongsin Indonesia merupakan sebuah konsultan pendidikan yang menggunakan metode mentoring dan e-learning dari Korea untuk murid sekolah menengah. Acara diselenggarakan hingga 31 Mei 2013 dengan model individual/perseorangan. Peserta dapat mengirimkan esai panjang 500 kata. Syarat dan ketentuan bisa dicek di http://bit.ly/gongsinessay.Vefi menjelaskan masing-masing kategori akan diambil tiga pemenang yaitu pemenang I dengan hadiah uang Rp 1.500.000, II Rp 1.200.000 dan III Rp 900.000.”Pengumuman pemenang pada 10 Juni. Bagi 50 finalis terpilih akan mendapatkan kelas pelatihan gratis untuk penulisan, presentasi, dan ide kreatif dari pakarnya,” jelasnya. (bhn/iwa) |
|
|
Monday, 29 April 2013 09:43 |
|
SLEMAN - Mengetahui bagaimana proses kerja kantor berita, sebanyak 36 murid jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Wikrama 1 Kabupaten Semarang berkunjung ke Radar Jogja, Sabtu (27/4).Rombongan dipimpin Ketua Yayasan Wikrama, Kyai Mohammad Thoha. Para siswa bertanya bagaimana proses pengolahan fakta hingga layak berita.Selain itu para siswa juga mempelajari bagaimana manajemen surat kabar bekerja. Mulai keredaksian hingga periklanan khususnya yang berhubungan dengan penggunaan perangkat lunak.“Dunia surat kabar tidak hanya berhubungan dengan pemberitaan, namun juga bagaimana aplikasi penggunaan perangkat lunak yang mampu menunjang kinerja surat kabar tersebut. Hal ini yang membuat kami tertarik mempelajari lebih lanjut,” kata Thoha. (dwi/iwa)
|
|
Thursday, 25 April 2013 09:39 |
|
SLEMAN - Mahapatih Gadjah Mada merupakan tokoh berpengaruh pada masa Kerajaan Majapahit. Keteladanan Gadjah Mada, dapat dijadikan tuntunan bagi calon pemimpin bangsa.
|
|
|
Tuesday, 23 April 2013 09:58 |
|
SEMENTARA itu, keluhan tentang tipisnya LJUN (lembar jawaban ujian nasional) terjadi di SMPN 3 Playen, Gunungkidul, kemarin. Ditemukan pula lembar jawan yang berlubang.Kepala SMPN 3 Playen Endah Wahyuni mengatakan tipisnya dan berlubangnya LJUN merepotkan peserta unas. “LJUN mudah sobek,” katanya. Persoalan tersebut diatasi dengan mengganti dengan LJUN cadangan. Sementara LJUN yang sobek saat dihapus juga diberitahukan ke pokja agar dicari jalan keluarnya. “Waktu unas sudah habis, tidak mungkin diganti dengan LJUN yang baru. Jadi, kami sampaiakan kepada murid jangan panik karena sekolah bertanggung jawab,” katanya.Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Supriyadi melakukan peninjauan lapangan, kemarin. Dia tidak ingin, gonjang ganjing unas berdampak pada peserta unas di Gunungkidul. “Kami hanya ingin memastikan. Terbukti, ini ada beberapa persoalan,” terangnya.Supriyadi lega, meski ada kekurangan, tipisnya LJUN tidak berdampak buruk pada pelaksanaan ujian.Anggota komisi D lainnya, Immam Taufik menanyakan anggaran unas sudah cair atau belum. “Ternyata di SMPN 3 Playen sudah cair. Setiap anak mendapat Rp 35 ribu untuk konsumsi dan honor bagi pengawas,” ujarnya.Seorang peserta unas SMP, Andika Dwi Parsetyo mengeluhkan tipisnya LJUN. Dia harus ekstra hati-hati, karena jika menghapus terlalu kuat bisa robek dan mengganggu konsentrasi. Andika mengaku soalnya sudah sesuai dengan kisi-kisi. Dia bisa mengerjakan soal dengan baik. “Mudah-mudahan hasilnya bagus. Saya ingin melanjutkan sekolah yang lebih tinggi,” katanya. (gun/iwa)
|
|
Monday, 22 April 2013 10:05 |
|
JOGJA - UPN Veteran Jogjakarta mewisuda 582 mahasiwa. Terdiri dari 550 sarjana S-1 dan 32 magister Pascasarjana. Sebanyak 120 mahasiswa lulus cumlaude. Wakil Rektor III UPN Veteran Jogjakarta, Muhammad Nurcholis mengatakan dari tahun ke tahun prestasi mahasiswa UPN mengalami peningkatan.
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 2 of 57 |