Senin, 20 Mei 2013

Ruang Publik Hari Ini

    Pendidikan
    50 Mahasiswa Terima Beasiswa
    Saturday, 04 May 2013 10:29

    SLEMAN - Peran memajukan pendidikan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah. Lembaga swastapun diharap mendukung pendidikan di Indonesia melalui program corporate social responsibilty (CSR).Bertempat di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, sebanyak 50 mahasiswa UGM dari berbagai fakultas menerima beasiswa dari BII.Total beasiswa yang diberikan Rp 400 juta.Presiden Direktur BII Dato Khairussaleh Ramli mengatakan sejak 2008, BII telah menyerahkan beasiswa bagi mahasiswa UGM dengan penyaluran melalui Yayasan Karya Salemba Empat (KSE). Sejak tahun ajaran 2008/2009 telah memberikan beasiswa kepada 173 mahasiswa S-1 UGM dengan nilai Rp 1,1 miliar.”Dari penerima beasiswa, 55 di antaranya telah menamatkan pendidikan,” terang Khairussaleh kemarin (3/5).Menurut dia, pembekalan pengetahuan mahasiswa dengan kompetensi perilaku sejalan dengan program edukasi perbankan. Bagaimanapun, lembaga perbankan memiliki tanggung jawab untuk berbagi pengetahuan kepada dunia pendidikan.Melalui program beasiswa ini, BII berupaya memberikan kontribusi mendukung pengembangan generasi muda. Penyerahan beasiswa dilakukan Khairussaleh kepada Direktur Kemahasiswaan UGM Senawi, disaksikan Chief Board of Supervisor Yayasan KSE Satriadi Indarmawan. Setelah penyerahan beasiswa, Khairussaleh memberi kuliah umum kepada sekitar 150 mahasiswa UGM dengan topik Transformational Leadership. Sementara itu, Senawi mengatakan selain beasiswa dari pemerintah melalui bidik misi, UGM juga menerima bantuan beasiswa dari pihak ketiga. Dengan beasiswa tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pengembangan pendidikan bagi mahasiswa yang tidak mampu, guna bersaing dengan mahasiswa lain. (bhn/iwa)

     
    PT Harus Bisa Diakses Seluruh Warga
    Friday, 03 May 2013 10:04

    SLEMAN - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh kemarin (2/5) menjadi momentum meningkatkan akses warga negara mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi (PT).

     
    Desersi, Haryanto Dipecat
    Thursday, 02 May 2013 09:52

    SLEMAN - Organisasi menjalankan peran harus didukung sumber daya manusia yang berkualitas. Penerapan aturan pun diperlukan agar roda organisasi berjalan baik. Hal ini juga berlaku bagi organisasi militer.Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, harus dipegang teguh dan dipedomani dalam bersikap sebagai prajurit. Apabila dilanggar ada sanksi yang menanti, mengakibatkan si pelanggar berurusan dengan hukum.Seperti yang dilakukan oknum anggota Akademi Angkatan Udara (AAU) bernama Haryanto berpangkat Kopral Dua (Kopda). Dia merupakan anggota Sie Bin Detasemen Markas (Denma) AAU.Beralamat di Desa Kendon, Bolon, Colomadu, Karanganyar, Haryanto melakukan desersi. Berdasarkan putusan sidang in absensia (tidak dihadiri tersangka) Pengadilan Militer II-11 Jogja Nomor Putusan: 88-K/PM II-11/AU/XI/2012 tanggal 18 April 2013 yang bersangkutan dijatuhi hukuman pidana penjara delapan bulan. Pidana tambahan yang bersangkutan dipecat dari dinas militer.“Sejak diterbitkannya putusan ini, yang bersangkutan sudah tidak menjadi anggota TNI AU. Apapun yang dilakukannya bukan menjadi tanggung jawab AAU (TNI AU),” kata Kepala Hukum (Kakum) AAU Mayor Sus Nasuhi Jarot SH.     Kepada masyarakat diimbau tidak tertipu Haryanto. Karena disinyalir dia masih bertindak mengatasnamakan institusi AU. Jika mengetahui keberadaan Haryanto bisa dilaporkan ke 0274-486922, atau satuan militer terdekat. (bhn/iwa)

     
    Ajarkan Berwirausaha Melalui Multimedia
    Thursday, 02 May 2013 09:51

    JOGJA - Perusahaan lebih memilih tenaga kerja yang siap pakai daripada tenaga kerja yang hanya menguasai teori. Murid pun akan terbiasa berwiraswasta jika disiapkan sekolahnya. Menjawab tantangan tersebut, SMK Maarif 1 Jogja membuka jurusan multimedia agar anak didiknya bisa berwirausaha dengan ilmu yang dikuasainya.Ketua Jurusan SMK Ma’arif 1 Jogjakarta, Dwi Santoso menerangkan sekolahnya merupakan SMK teknologi informatika dengan bidang keahlian multimedia. Murid mempelajari teknik komputer, video shooting, fotografi, editing, grafis, dan animasi.”Pelajar kami ajak praktik langsung untuk mendapat pemasukan tambahan,” jelas Dwi kepada Radar Jogja (1/4).Selain praktik laboratorium multimedia milik sekolah, para murid praktik lapangan. Mereka menjadi event organizer pesta pernikahan, wisuda, pesta ulang tahun, dan pembuatan film dokumenter.Dengan bekal tersebut, setelah lulus murid dapat langsung bekerja. Dalam setahun, sekolah yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto ini memproduksi 30 video dokumentasi. SMK Ma’arif 1 Jogja menerapkan sistem praktik kerja nyata untuk mengasah pengalaman muridnya.SMA tersebut berdiri 2011 dengan siswa sebanyak 94 orang dengan jumlah kelas tiga. Tahun depan akan ditambah dua jurusan lagi. Yakni jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).Siswi kelas XI SMK Ma’arif 1 Jogja Aqilatul Munawaroh mengatakan tertarik bersekolah di SMK. Sekolah kejuruan lebih menjanjikan mendapatkan pekerjaan. Termasuk berwirausaha.Aqilatul yang mahir mengoperasikan kamera video tersebut menjelaskan di sekolah murid diajari berbisnis di pusat bisnis Smarifta Multimedia. ”Keterampilan dan pengalaman multimedia diasah. Saat lulus nantinya, kami telah memperoleh pengalaman kerja,” jelasnya. (bhn/iwa)

     
    Pelajar SLB Pameran Foto
    Wednesday, 01 May 2013 09:51

    JOGJA - Pelajar SLB Karnnamanohara memamerkan karya foto mereka di Kelas Pagi Yogyakarta (KPY) pada Jumat-Minggu (26-28/4). Pada saat pembukaan, permainan angklung murid tunarungu menandai dibukanya pameran.Acara tersebut mengambil judul Voice of The Voiceless. Murid SLB Karnnamanohara yang terletak di Jalan Pandean 2, Condongcatur, Depok, Sleman tersebut mendapat pendampingan dari mahasiswa Psikologi USD.SLB Karnnamanohara merupakan sekolah bagi murid tunarungu. Para murid menampilkan cerita dari keinginan, cita-cita, dan masa depan mereka. Salah satu foto milik Nadia, dia ingin menjadi “seniman besi”. Karena dia melihat ayahnya yang berprofesi pandai besi. Lain lagi dengan Annisa, fotonya bercerita tentang koleksi jaketnya. Foto-fotonya menampilkan gambar mengenai busana, dan sebuah toko pakaian yang ia idamkan.Pameran tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan murid dalam fotografi. “Kami mendapat ide dari photo voice, seperti kamera untuk rakyat, bahwa dengan gambar semua terlihat jelas. Karena mereka tidak terbiasa mengartikulasikan dengan kata,” ujar Ketua Tim Pendamping USD Herlina.Melalui foto murid SLB memberitahukan mengenai keinginan mereka. Bertema Lihat Kami Hendak Bercerita pengunjung diajak menyelami pikiran anak-anak.Melalui pameran ini diharapkan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus, baik oleh guru, orangtua dan masyarakat tidak lagi mendikte murid. Pengajaran diawali dari bertanya kepada mereka, ingin mejadi manusia yang seperti apa kelak, agar mereka bisa menentukan pilihannya sejak dini. (mg9/iwa)

     
    << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

    Page 1 of 57
    Banner
    Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.