|
[Selasa, 14 Juli 2009] Selamat Datang di Dunia Orang Tua! SETELAH berpetualang dalam dua film sebelumnya, Ice Age dan Ice Age 2: The Meltdown, para karakter di Ice Age 3: Down of the Dinasours menjadi lebih serius menata hidup.
Manny (Ray Romano) kini sudah menemukan belahan hatinya, Ellie (Queen Latifah) dan sedang mempersiapkan kelahiran anak pertama mereka. Perubahan Manny dari mammoth lajang ke calon ayah membuat kedua sahabat dekatnya Sid (John Lequizamo) dan Diego (Dennis Leary) sedikit terabaikan. Sid yang merupakan sahabat pertama Manny merasa sama semangatnya dengan Manny. Menjadi orang tua adalah cita-cita Sid yang paling besar. Sayangnya, karena terlalu senang akan segera menjadi ayah, Manny tidak sadar menjadi sedikit overprotektif. Baginya, anak yang akan dilahirkan Ellie adalah anaknya dan Ellie saja, bukan anak Sid. Dibanding Sid, Diego lebih cuek. Bukan karena dia tidak peduli, tapi karena dia punya masalah pribadi yang lebih besar. Tubuhnya sudah menua dan kecepatannya menurun. Dia bahkan harus rela menerima penghinaan seekor antelop yang larinya jauh lebih cepat darinya. Merasa diabaikan, Sid nekad membangun keluarganya sendiri. Dia bahkan dengan penuh niat mencuri tiga telur dinosaurus yang ditemukannya secara tidak sengaja. Saat ketiga telur itu menetas, dia bertekad menjadi ibu terbaik. Hal mana mustahil dilakukan karena ketiga dinosaurus imut itu adalah pemakan daging yang punya karakter dasar buas. Sementara Sid berusaha keras mendisiplinkan ketiganya, ibu asli ketiga dinosaurus itu datang dan mengambil paksa anak-anaknya. Sialnya, ibu dinosaurus itu juga mengambil Sid. Bersama dengan Diego, Ellie, Eddie dan Crash, Manny pergi ke dunia bawah tanah, dunia para dinosaurus, untuk menyelamatkan Sid. Selama bertualang di dunia bawah tanah, rombongan unik ini ditemani Buck (Simon Pegg). Buck bukan dinosaurus, tapi dia sudah lama hidup di sana. Keahliannya sangat menolong rombongan ini menemukan Sid. Begitu selesai menonton film berdurasi 90 menit ini, Zaki, Wisnu, Asti, Sari, dan Qmonk langsung sepakat sequel ini lebih bagus. Suasana yang ditampilkan lebih ceria, petualangannya lebih seru, dan ada kisah drama keluarga yang menyentuh tapi lucu. “Sebenarnya, kisah dramanya Hollywood banget. Tapi karena yang memainkan adalah para binatang di zaman jadul, ceritanya jadi lucu sekali,” tutur Ismali Wisnu Adresta atau Wisnu. Cerita yang sangat khas Hollywood itu, misalnya, ditampilkan lewat hubungan pertemanan antara laki-laki yang renggang setelah berkeluarga. “Ini kan khas sekali. Tidak hanya dalam film-film Hollywood tapi juga dalam kehidupan nyata. Kita pasti juga pernah mengalami begitu. Ada teman yang berkeluarga, dan kita sempat merasa sindrom kesepian,” ujarnya. Ketegangan menyambut kehadiran anggota keluarga baru yang dirasakan Manny memberi warna cukup dominan dalam film ini. “Intinya, welcome to the world of parenting lah. Selamat datang dalam dunia mengasuh anak. Masing-masing tokoh di sini punya cara sendiri dalam menyiapkan diri menyambut anggota keluarga baru. karena tidak hanya Manny dan Ellie saja yang semangat,” terang Zaki Senafal. Dalam film itu, terlihat juga peranan Ellie yang menjadi satu-satunya karakter perempuan. “Menyeimbangkan para laki-laki tuh. Soalnya kalau laki-laki semua, giliran berantem nggak ada yang mau minta maaf lebih dulu. Gengsi dan tidak mau kalah. Tapi karena ada Ellie, semua jadi lebih teratur. Dia juga jadi karakter yang bisa bertindak logis meski dia perempuan,” sambung Sari Wulandari. Jalan cerita yang melibatkan lebih banyak tokoh dan tempat juga menjadi keunggulan film ini. “Waktu nonton ice age yang kedua, ceritanya biasa banget. Nggak ada yang unik atau special. Tapi kali ini, ceritanya lumayan bagus. Apalagi dunia dinosaurus yang ternyata ada di bawah lapisan es,” papar Fuko Meikidha atau Qmonk. Meski petualangan di film ini seru dinikmati, pesan moral yang sudah ada sejak film pertama Ice Age tetap tampil konsisten. “Yang jelas sih soal tema kasih sayang dan persahabatan. Kasih sayang ibu ke anaknya juga muncul di sini, meski karakter yang memainkannya adalah dinosaurus,” simpul Asti Wahyuni. Sosok Scrat dan buah kenari buruannya tetap ada di film ini. Bahkan, kali ini Scrat tidak sendiri. Ada Scratte, saingannya merebutkan kenari terakhir yang ajaib itu. “Scratte tampil sebagai tokoh pengganggu yang centil, tidak mau kalah, dan licik. Tapi akhirnya mereka malah naksir-naksiran. Kisah akhirnya tidak terduga lho,” papar Qmonk. (luf) Selamat Datang Juga, Buck! TOKOH baru Buck juga mencuri perhatian. Tidak hanya karena kesigapan dan kadang tingkah konyolnya, tapi juga karena besarnya peran petualang mata satu ini. Tokoh Buck diisi suaranya oleh actor Inggris Simon Pegg. Bintang komedi yang aslinya memang lucu ini, ternyata sangat pas menyuarakan Buck. “Lengkap dengan logatnya yang sedikit british! Tokoh ini benar-benar tampil beda dan mencolok,” kata Zaki. Tidak hanya itu, kisah hidup Buck pun diceritakan cukup banyak. “Sampai kita tahu kenapa dia hanya bermata satu dan dari mana dia dapat pisau saktinya,” tambahnya. Peran Buck dalam membantu menemukan Sid sangat besar. bahkan, kesuksesan misi penyelamatan Sid tergantung padanya. bagaimana tidak, di tengah perjalanan, Ellie melahirkan. Dengan begitu, Diego dan Manny harus berhenti untuk membantu Ellie melahirkan. “Tingkah Buck juga lucu. Dia itu diceritakan sebagai petualang yang keras dan kejam, tapi tingkahnya lucu dan punya jiwa penolong tinggi,” papar Sari. Saking kerennya Buck, Eddie (Joey Peck) dan Crash (Sean William Scott) sangat mengidolakannya. “Lucu banget waktu melihat Eddie dan Crash benar-benar terpesona pada setiap kelakuan Buck. Bahkan mereka menganggap Buck seperti mentor,” sambung Asti. Bagi Wisnu, Buck adalah tokoh yang paling menghibur dalam film ini. Adegan favoritnya adalah adegan di mana Buck menjelaskan aturan main kepada para penyelamat Sid. “Always follow Buck! Itu adalah quote favoritku dalam film ini,” katanya. Secara umum, film ini mendapat apresiasi positif dari geng movie club. Tapi, Sari sedikit mengoreksi beberapa adult joke yang ada di film ini. sebagai film keluarga, menurutnya adult joke harus diminimalisasi. “Tapi di sini ada beberapa adult joke yang masih disampaikan. Tidak begitu vulgar sih. Masih oke,” paparnya. Namun, akan lebih baik bila guyonan dewasa di film ini ditiadakan saja. “Kan ini film keluarga,” papar Qmonk singkat. (luf)
|