Kamis, 29 Juli 2010
Marak, Pencurian Pintu Irigasi

[Senin, 20 Juli 2009]

Marak, Pencurian Pintu Irigasi
Suplai Air untuk Sawah Warga Jadi Terganggu

PURWOREJO - Pintu air irigasi berbahan kuningan yang terpasang di beberapa titik di Purworejo akhir-akhir marak menjadi sasaran pencurian.

Akibatnya, pembagian suplai air untuk sawah warga pun terganggu.
Plt Kepala Dinas Pengairan Purworejo Purworejo Haryoko membenarkan seringnya terjadi kasus pencurian komponen pintu air berbahan kuningan itu. ‘’Komponen penting yang sering dicuri yakni mur dan baut yang terpasang untuk menaikkan dan menurunkan pintu air,’’ katanya kemarin.
 Dikatakan, aksi pencurian sering terjadi terhadap pintu air yang lokasinya jauh di tengah sawah dan luput dari keramaian warga. ‘’Jumlahnya tidak dapat disebutkan secara terperinci, namun yang pasti cukup banyak,” imbuhnya.
Laporan terakhir, bukan hanya mur dan baut bahan kuningan saja yang raib, namun juga batang ulir dan gawang pintu air berbahan besi, juga banyak yang hilang. Ironisnya, pengamanan swadaya para petani kadang masih luput. Padahal jika komponen pokok pintu air itu hilang, maka pembagian air jelas akan terkendala.
 Haryoko lebih lanjut menjelaskan, petugas pengawas dari Dinas Pengairan sangat terbatas dan tidak mungkin melakukan ronda setiap hari. ‘’Sejauh ini kami juga sudah bekerjasama dengan P3A,  masyarakat dan juga kepolisan,” imbuhnya.
 Guna meminimalisasi pencurian ini, Dinas Pengairan dalam anggaran perawatan rencananya akan menggati komponen-komponen pintu air berbahan kuningan dengan bahan besi. ‘’Harga jual besi tentu tidak semahal kuningan. Namun begitu, kami meminta kesadaran masyarakat untuk ikut mengontrol keberadaan pintu air tersebut,” tegasnya.
Ditambahkan, justru untuk pintu air di 53 DI yang ada cenderung aman, karena pintu irigasi itu berada di tempat umum yang banyak dilalui warga. Selain itu, untuk saluran primer pintu air dilengkapi penutup ulir, dan dibuatkan kunci untuk menghindari pencurian. ‘’Seperti di pintu air Kedung Putri, kami beri selubung penutup dan digembok,” tandasnya. (tom)

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.