Kamis, 09 September 2010

Sport

Maksimalkan Potensi Desa, Berdayakan Lansia

Maksimalkan Potensi Desa, Berdayakan Lansia

SLEMAN- Tak bisa dipungkiri, masalah ekonomi masih menjadi faktor penjerat masyarakat Sleman untuk melakukan urbanisasi. Merantau ke kota besar masih menjadi penarik perhatian warga yang merasa terhambat untuk berkembang di daerah asal akibat roda perekonomian desa tidak lagi menjanjikan untuk kehidupan.

 

 

Dampaknya potensi desa yang sebenarnya bisa ditumbuhkembangkan justeru seret. Hal itu menjadi perhatian serius pasangan calon bupati Sleman Bugiakso-Kabul Mudji Basuki.

Ambruknya perekonomian desa, kata Bugi –sapaan akrab Bugiakso- akibat robohnya potensi pertanian di pedesaan. “Realita ini menjadi refleksi yang harus dipahami semua pihak. Mengapa negeri agraris kehilangan maknanya sebagai lumbung pertanian dalam suasana pedesaan,” kata Bugi dalam sebuah sarasehan di kediamannya, Donolayan, Donoharjo,Ngaglik, Sleman, kemarin (3/5).

Bicara soal pertanian, Sleman punya potensi lahan tegalan  dan pekarangan sejumlah 25 383 ha yang berada disekitar  pemukiman. Jika dihubungkan dengan jumlah warga lanjut usia (lansia) berusia antara 55 tahun – 65 tahun, sejumlah 60 ribu – 70 ribu orang, artinya  masih ada harapan hidup lebih panjang jika potensi pertanian dikelola secara maksimal. Mengingat rata-rata lansia berprofesi sebagai petani.

“Maka kekuatan pertanian di pedesaan harus dibangun kembali untuk menghadapi survivalitas pedesaan di sleman khususnya bidang pertanian. Agar segera terwujud pengentasan kemiskinan masyarakat desa,” ajak cucu menantu Jenderal Soedirman itu.

Program itulah yang akan dikembangkan oleh Bugiakso jika terpilih sebagai bupati Sleman. Mengandalkan kaum lanjut usia dalam decade pertama,lima tahun kedepan dalam  memberantas kemiskinan merupakan pilihan yang harus dikerjakan. Fakta ini melihat potensi yang ada dalam kurun waktu lima tahun kedepan.

Bugi mengatakan perlu ada pengarahan terhadap lansia yang masih memiliki kekuatan phisik. Khususnya tata cara mengolah lahan tegalan yang berada disekitar pemukiman untuk menghasilkan produk komoditas sektor pertanian sesuai dengan kebutuhan pasar.

Persoalannya berikutnya adalah sentuhan profesionalitas yang mengarah pada agribisnis yang berkesesuaian dengan keadaan,potensi dan kekayaan lokal melalui pendampingan.

Diantara masalah itu adalah penciptaan komoditas pertanian unggulan lokal. Setidaknya produk khas pada skala kecamatan diwilayah Sleman.       

Tak kalah penting soal permodalan maupun pemasaran dalam menunjang sektor produksi hasil pertanian. Bugi mengaku yakin kemiskinan pedesaan akan sangat berkurang melalui pemberdayaan usia lanjut dengan memanfaatkan secara maksimal potensi lahan tegalan disekitar pemukiman. “Hal ini harus dilaksanakan segera karena keadaan penduduk dan keadaan lahan yang ada saat sekarang,” ajaknya.(yog)

 

 

 

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.