|
PKS Lepas, Kubu Suharto Tanggapi Dingin
GUNUNGKIDUL - Lepasnya Partai Keadilan Sejahtera ditanggapi dingin oleh kubu tim Suharto-Arif Gunadi. Amin Agus Susanto, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa mengaku tetap optimis peluang untuk memenangkan pilkada tidak akan berkurang karena ketidakhadiran PKS didalam koalisinya. "Tidak apa-apa. Tanpa PKS, kami tetap bisa berjalan dan berjuang untuk memenangkan pilkada," ujarnya ketika dihubungi wartawan, kemarin.
Amin mengakui, pihaknya sempat berusaha agar PKS tetap masuk di kubunya dan tetap mendukung Suharto-Arif Gunadi. "Tapi mungkin Tuhan berkehendak lain," sambungnya berpuitis.
Bersamaan dengan deklarasi Sumpeno-Badingah dengan PKS, PKB dan PDIP justru sibuk mempersiapkan berkas-berkas pencalonan Suharto-Arif Gunadi. DPP PDIP telah memberikan rekomendasi terhadap pasangan tersebut untuk maju di pemilihan Kepala daerah (Pilkada) mendatang.
Surat yang ditandantangani langsung oleh Megawati Soekarno Putri dengan nomor 3156/IN/ DPP/ II/ 2010 tertanggal 4 Februari tersebut menyatakan jika DPP PDIP menyetujui pasangan Suharto- Arif Gunadi untuk diusung menjadi calon bupati dan wakil Bupati Gunungkidul periode 2010-2015.
Kembali ke PKS, sebenarnya PKS sebelumnya sempat menjadi embrio pemunculan pasangan Suharto-Arif Gunadi. Setelah munculnya PDIP dalam poros koalisi, personil PKS justru lebih banyak terlihat bersama kubu Sumpeno Badingah. Belakangan, PKS menyatakan diri secara resmi untuk mendukung pasangan yang telah diusung oleh PAN itu. Itu berarti, Suharto dan Arif Gunadi kini hanya akan didukung oleh dua partai PDIP dan PKB.
Sementara itu, bergabungnya Partai Keadilan Sejahtera disambut dengan suka cita oleh pasangan bakal calon bupati wakil bupati Sumpeno Badingah. Keberadaan PKS didalam koalisi, dianggap menguntungkan karena memperkuat basis dukungan. "Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PKS kepada kami," ujar Sumpeno, bakal calon bupati Gunungkidul, saat penandatanganan kontrak politik dari PKS, di Wonosari, kemarin. Sumpeno dan Badingah terlihat sumringah saat menandatangani kontrak politik PKS tersebut. Berulang kali keduanya tersenyum dan menyapa beberapa fungsionaris PKS yang hadir dalam acara tersebut.
PKS akhirnya berlabuh ke kubu Sumpeno-Badingah, setelah pasangan tersebut menyetujui kontrak politik yang disodorkan oleh partai berlambang bulan dan padi itu. Ada 9 poin kontrak politik menjadi kesepakatan antara Sumpeno-Badingah dengan PKS, antara lain menerapkan zero tollerance corruption di sistem pemerintahan di Gunungkidul, menjadi teladan bagi aparat dan masyarakat Gunungkidul, menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul hingga 50% dari jumlah angka kemiskinan saat ini dalam jangka waktu 5 tahun, mewujudkan pendidikan yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, menerapkan jaminan kesehatan untuk seluruh warga Gunungkidul, mewujudkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis wilayah, mengembangkan sistem pelayanan publik dan meningkatkan pembangunan infrastruktur dasar masyarakat secara berkualitas.
Ketua DPD PKS Gunungkidul Arif Wibowo enggan menjelaskan dengan panjang lebar ketika ditanya wartawan mengenai kesepakatan diluar kontrak politik yang dijanjikan oleh Sumpeno Badingah kepada partainya. "Kesepakatan kami adalah yang tertuang di kontrak politik tersebut. Apakah kader kami dijanjikan posisi kepala SKPD, tentu saja tidak. Tidak ada kader PKS yang berkompeten untuk itu," selorohnya. (hsa)
|