|
|
Probisnis
|
Idaman Unggul, PDI P Kalah Telak BANTUL- Pasangan Idaman (Hj Surya Widati dan Drs Sumarno, Prs) unggul dalam hitung cepat yang dilakukan oleh KPUD Bantul. Dari suara sementara yang masuk ke dalam system quick count pasangan incumbent nomor urut dua ini memperoleh 67,23 persen dari total suara yang masuk. Kemenangan Idaman yang diusung oleh Golkar, PAN dan PKPB ini menjadi pil pahit bagi PDI Perjuangan yang mengusung pasangan Karib (Kardono Ibnu Kadarmanto, red). Dari hitung cepat di KPU, Pasangan Karib yang diusung PDI Perjuangan hanya memperoleh 4,21 persen suara. Sedangkan pasangan Sukadarma (Sukardiyono-Darmawan Manaf) yang diusung PKS, Demokrat, PKB dan PPP meraup 28.27 persen suara. (angka terqkhir nanti aku SMS) Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul Aryunadi dimintai statemen terkait hal ini menjelaskan bahwa PDIP tidak kalah. “PDI Perjuangan itu berjiwa besar, rela mundur selangkah demi kemajuan Bantul 5 tahun kedepan. Kami merasa gembira dan bersyukur atas hasil tersebut dan siap memback-up kepemimpinan 5 tahun mendatang,” kata Aryunadi. Atas hasil tersebut Aryunadi juga mengatakan bahwa saat ini dirinya mengantar sejumlah pengurus dan Satgas DPC PDI Perjuangan untuk menemui Hj Sri Suryawidati. “Ini teman-teman satgas dan pengurus PDI Perjuangan Bantul ingin menemui Bu Idam di rumah dinas. Sebagai wujud bersyukur, mereka menggunduli kepalanya,” kata Aryunadi. Ketua KPUD Bantul Budhi Wiryawan kepada wartawan menjelaskan, hitung cepat KPUD ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi secepat mungkin kepada masyarakat. Selain itu diharapkan dengan system ini ada update data setiap setengah jam sekali. Dalam quick count, masyarakat ataupun tim sukses masing-masing calon bisa melihat data tentang prosentase perolehan suara masing-masing kandidat, jumlah partisipasi pemilih, jumlah suara sah dan tidak sah serta prosentase suara yang sudah masuk ke system. “Mekanisme hitung cepat dilakukan dengan cara mengambil data dari PPS atau Desa. Kami percaya cara ini bisa lebih cepat memberikan informasi karena tidak harus melalui PPK atau Kecamatan,” kata Budi Wiryawan. Hingga pukul 17.31, suara yang masuk ke system quick count KPU baru mencapai 1,9 persen. Dari jumlah tersebut pasangan Karib mendapat 4,50 persen, pasangan Idaman 67,23 persen dan pasangan Sukadarma memperoleh 28,27 persen. Suara sah tercatat 95,79 persen dan tidak sah 4,21 persen serta tingkat partisipasi 15,98 persen. Data tersebut diambil dari 9 kecamatan. (data terakhir nanti tak SMS) Kawit salah satu petugas PPS dari Desa Triwidadi Pajangan sekitar pukul 16.00 kemarin sudah menyelesaikan rekapitulasi di 22 TPS diwilayah Triwidadi. “Di PPS kami, rekapitulasi di 22 TPS sudah selesai. Untuk lembar c1 IT kami serahkan ke KPU untuk keperluan hitung cepat. Sedangkan berkas lainnya kami kirimkan ke kecamatan,” kata Kawit. Ketua KPUD Bantul Budhi Wiryawan keberadaan hitung cepat ini tidak diklaim sebagai angka pasti. Hasil resmi perhitungan perolehan suara tetap akan dilakukan melalui perhitungan manual. “Hasil resminya tetap melalui perhitungan manual,” kata Budhi Wiryawan. Sementara itu Hj Sri Suryawidati yang untuk sementara unggul dalam perolehan suara versi quick count dipastikan akan mengangkat Drs H Idam Samawi sebagai staff ahli. Hal tersebut disampaikan Sri Suryawidati usai mencoblos di TPS 15 Nogosari Trirenggo Bantul. “Kalau nanti saya menang, maka boleh dong saya berkonsultasi dengan Pak Idam tentang apa yang akan kami lakukan dalam 5 tahun kedepan. Saya yakin Pak Idam akan bersedia memberikan nasehat secara gratis tidak perlu biaya dari APBD. Anggap saja Pak Idam sebagai staff ahli,” kata Hj Sri Suryawidati. (ufi) |
|
|
Hitung Cepat, Idaman Unggul 65 Persen *Angkat Idam Samawi Jadi Staff Ahli BANTUL- Pasangan Idaman (Hj Surya Widati dan Drs Sumarno, Prs) unggul dalam hitung cepat yang dilakukan oleh KPUD Bantul. Dari suara sementara yang masuk ke dalam system quick count pasangan incumbent nomor urut dua ini memperoleh 67,23 persen dari total suara yang masuk. (angka terqkhir nanti aku SMS) Ketua KPUD Bantul Budhi Wiryawan kepada wartawan menjelaskan, hitung cepat KPUD ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi secepat mungkin kepada masyarakat. Selain itu diharapkan dengan system ini ada update data setiap setengah jam sekali. Dalam quick count, masyarakat ataupun tim sukses masing-masing calon bisa melihat data tentang prosentase perolehan suara masing-masing kandidat, jumlah partisipasi pemilih, jumlah suara sah dan tidak sah serta prosentase suara yang sudah masuk ke system. “Mekanisme hitung cepat dilakukan dengan cara mengambil data dari PPS atau Desa. Kami percaya cara ini bisa lebih cepat memberikan informasi karena tidak harus melalui PPK atau Kecamatan,” kata Budi Wiryawan. Hingga pukul 17.31, suara yang masuk ke system quick count KPU baru mencapai 1,9 persen. Dari jumlah tersebut pasangan Karib mendapat 4,50 persen, pasangan Idaman 67,23 persen dan pasangan Sukadarma memperoleh 28,27 persen. Suara sah tercatat 95,79 persen dan tidak sah 4,21 persen serta tingkat partisipasi 15,98 persen. Data tersebut diambil dari 9 kecamatan. (data terakhir nanti tak SMS) Kawit salah satu petugas PPS dari Desa Triwidadi Pajangan sekitar pukul 16.00 kemarin sudah menyelesaikan rekapitulasi di 22 TPS diwilayah Triwidadi. “Di PPS kami, rekapitulasi di 22 TPS sudah selesai. Untuk lembar c1 IT kami serahkan ke KPU untuk keperluan hitung cepat. Sedangkan berkas lainnya kami kirimkan ke kecamatan,” kata Kawit. Ketua KPUD Bantul Budhi Wiryawan keberadaan hitung cepat ini tidak diklaim sebagai angka pasti. Hasil resmi perhitungan perolehan suara tetap akan dilakukan melalui perhitungan manual. “Hasil resminya tetap melalui perhitungan manual,” kata Budhi Wiryawan. Sementara itu Hj Sri Suryawidati yang untuk sementara unggul dalam perolehan suara versi quick count dipastikan akan mengangkat Drs H Idam Samawi sebagai staff ahli. Hal tersebut disampaikan Sri Suryawidati usai mencoblos di TPS 15 Nogosari Trirenggo Bantul. “Kalau nanti saya menang, maka boleh dong saya berkonsultasi dengan Pak Idam tentang apa yang akan kami lakukan dalam 5 tahun kedepan. Saya yakin Pak Idam akan bersedia memberikan nasehat secara gratis tidak perlu biaya dari APBD. Anggap saja Pak Idam sebagai staff ahli,” kata Hj Sri Suryawidati. (ufi) |
|
Heru Dirjaya Unggul, Hafidh Asrom Minus SLEMAN- KPUD Sleman akhirnya melansir harta kekayaan para calon peserta pemilukada Sleman 2010, kemarin (4/5). Itu menyusul turunnya surat dari Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupa fax bernomor B(997)/XII/05/2010 tertanggal 3 Mei 2010 tentang pengumuman kekayaan calon kepala daerah Sleman. |
|
Read more...
|
|
Tak Bawa Undangan, Warga Dilarang Masuk BANTUL – Bagi warga Bantul yang ingin menyaksikan dan mendengarkan Rapat Paripurna Istimewa ‘terbuka’ DPRD Bantul dengan agenda penyampaian visi, misi dan program kerja cabup-cabup, siap-siap saja Anda gigit jari. Sebab, apabila Anda tidak memegang kartu undangan, jangan harap Anda bisa masuk ke arena rapat paripurna istimewa lima tahunan yang digelar di Pendopo Parasamya Pemda Bantul (bukan di gedung DPRD Bantul) pada 6 Mei mendatang. |
|
Read more...
|
|
Ratusan Surat Suara Rusak BANTUL – Senin (3/5) kemarin, ratusan pekerja melakukan pelipatan dan penyortiran surat suara pilbup. Penyortiran surat suara yang di pusatkan di sekretariat KPUD Bantul tersebut, para pekerja menemukan ratusan surat suara yang tak layak pakai alias rusak misalnya warna cetakan tak sempurna dan sobek. Dengan demikian, sampai penyortiran berakhir surat suara yang rusak diprediksi jumlahnya lebih banyak. |
|
Read more...
|
|
Maksimalkan Potensi Desa, Berdayakan Lansia SLEMAN- Tak bisa dipungkiri, masalah ekonomi masih menjadi faktor penjerat masyarakat Sleman untuk melakukan urbanisasi. Merantau ke kota besar masih menjadi penarik perhatian warga yang merasa terhambat untuk berkembang di daerah asal akibat roda perekonomian desa tidak lagi menjanjikan untuk kehidupan. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|