Kamis, 29 Juli 2010

Sport

Probisnis
Idaman Unggul, PDI P Kalah Telak

Idaman Unggul, PDI P Kalah Telak

BANTUL- Pasangan Idaman (Hj Surya Widati dan Drs Sumarno, Prs) unggul
dalam hitung cepat yang dilakukan oleh KPUD Bantul.  Dari suara
sementara yang masuk ke dalam system quick count pasangan incumbent
nomor urut dua ini memperoleh 67,23 persen dari total suara yang
masuk.
Kemenangan Idaman yang diusung oleh Golkar, PAN dan PKPB ini menjadi
pil pahit bagi PDI Perjuangan yang mengusung pasangan Karib (Kardono
Ibnu Kadarmanto, red). Dari hitung cepat di KPU, Pasangan Karib yang
diusung PDI Perjuangan hanya memperoleh 4,21 persen suara. Sedangkan
pasangan Sukadarma (Sukardiyono-Darmawan Manaf) yang diusung PKS,
Demokrat, PKB dan PPP meraup 28.27 persen suara.  (angka terqkhir
nanti aku SMS)
Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul Aryunadi dimintai statemen terkait hal
ini menjelaskan bahwa PDIP tidak kalah. “PDI Perjuangan itu berjiwa
besar, rela mundur selangkah demi kemajuan Bantul 5 tahun kedepan.
Kami merasa gembira dan bersyukur atas hasil tersebut dan siap
memback-up kepemimpinan 5 tahun mendatang,” kata Aryunadi.
Atas hasil tersebut Aryunadi juga mengatakan bahwa saat ini dirinya
mengantar sejumlah pengurus dan Satgas DPC PDI Perjuangan untuk
menemui Hj Sri Suryawidati. “Ini teman-teman satgas dan pengurus PDI
Perjuangan Bantul ingin menemui Bu Idam di rumah dinas. Sebagai wujud
bersyukur, mereka menggunduli kepalanya,” kata Aryunadi.
    Ketua KPUD Bantul Budhi Wiryawan kepada wartawan menjelaskan, hitung
cepat KPUD ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi
secepat mungkin kepada masyarakat. Selain itu diharapkan dengan system
ini ada update data setiap setengah jam sekali.
Dalam quick count, masyarakat ataupun tim sukses masing-masing calon
bisa melihat data tentang prosentase perolehan suara masing-masing
kandidat, jumlah partisipasi pemilih, jumlah suara sah dan tidak sah
serta prosentase suara yang sudah masuk ke system.
“Mekanisme hitung cepat dilakukan dengan cara mengambil data dari PPS
atau Desa. Kami percaya cara ini bisa lebih cepat memberikan informasi
karena tidak harus melalui PPK atau Kecamatan,” kata Budi Wiryawan.
    Hingga pukul 17.31, suara yang masuk ke system quick count KPU baru
mencapai 1,9 persen. Dari jumlah tersebut pasangan Karib mendapat 4,50
persen, pasangan Idaman 67,23 persen dan pasangan Sukadarma memperoleh
28,27 persen. Suara sah tercatat 95,79 persen dan tidak sah 4,21
persen serta tingkat partisipasi 15,98 persen. Data tersebut diambil
dari 9 kecamatan. (data terakhir nanti tak SMS)
    Kawit salah satu petugas PPS dari Desa Triwidadi Pajangan sekitar
pukul 16.00 kemarin sudah menyelesaikan rekapitulasi di 22 TPS
diwilayah Triwidadi. “Di PPS kami, rekapitulasi di 22 TPS sudah
selesai. Untuk lembar c1 IT kami serahkan ke KPU untuk keperluan
hitung cepat. Sedangkan berkas lainnya kami kirimkan ke kecamatan,”
kata Kawit.
    Ketua KPUD Bantul Budhi Wiryawan keberadaan hitung cepat ini tidak
diklaim sebagai angka pasti. Hasil resmi perhitungan perolehan suara
tetap akan dilakukan melalui perhitungan manual. “Hasil resminya tetap
melalui perhitungan manual,” kata Budhi Wiryawan.
    Sementara itu Hj Sri Suryawidati yang untuk sementara unggul dalam
perolehan suara versi quick count dipastikan akan mengangkat Drs H
Idam Samawi sebagai staff ahli. Hal tersebut disampaikan Sri
Suryawidati usai mencoblos di TPS 15 Nogosari Trirenggo Bantul.
    “Kalau nanti saya menang, maka boleh dong saya berkonsultasi dengan
Pak Idam tentang apa yang akan kami lakukan dalam 5 tahun kedepan.
Saya yakin Pak Idam akan bersedia memberikan nasehat secara gratis
tidak perlu biaya dari APBD. Anggap saja Pak Idam sebagai staff ahli,”
kata Hj Sri Suryawidati. (ufi)

 

 

 
Hitung Cepat, Idaman Unggul 65 Persen

Hitung Cepat, Idaman Unggul 65 Persen
*Angkat Idam Samawi Jadi Staff Ahli
    BANTUL- Pasangan Idaman (Hj Surya Widati dan Drs Sumarno, Prs) unggul
dalam hitung cepat yang dilakukan oleh KPUD Bantul.  Dari suara
sementara yang masuk ke dalam system quick count pasangan incumbent
nomor urut dua ini memperoleh 67,23 persen dari total suara yang
masuk. (angka terqkhir nanti aku SMS)
    Ketua KPUD Bantul Budhi Wiryawan kepada wartawan menjelaskan, hitung
cepat KPUD ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi
secepat mungkin kepada masyarakat. Selain itu diharapkan dengan system
ini ada update data setiap setengah jam sekali.
Dalam quick count, masyarakat ataupun tim sukses masing-masing calon
bisa melihat data tentang prosentase perolehan suara masing-masing
kandidat, jumlah partisipasi pemilih, jumlah suara sah dan tidak sah
serta prosentase suara yang sudah masuk ke system.
“Mekanisme hitung cepat dilakukan dengan cara mengambil data dari PPS
atau Desa. Kami percaya cara ini bisa lebih cepat memberikan informasi
karena tidak harus melalui PPK atau Kecamatan,” kata Budi Wiryawan.
    Hingga pukul 17.31, suara yang masuk ke system quick count KPU baru
mencapai 1,9 persen. Dari jumlah tersebut pasangan Karib mendapat 4,50
persen, pasangan Idaman 67,23 persen dan pasangan Sukadarma memperoleh
28,27 persen. Suara sah tercatat 95,79 persen dan tidak sah 4,21
persen serta tingkat partisipasi 15,98 persen. Data tersebut diambil
dari 9 kecamatan. (data terakhir nanti tak SMS)
    Kawit salah satu petugas PPS dari Desa Triwidadi Pajangan sekitar
pukul 16.00 kemarin sudah menyelesaikan rekapitulasi di 22 TPS
diwilayah Triwidadi. “Di PPS kami, rekapitulasi di 22 TPS sudah
selesai. Untuk lembar c1 IT kami serahkan ke KPU untuk keperluan
hitung cepat. Sedangkan berkas lainnya kami kirimkan ke kecamatan,”
kata Kawit.
    Ketua KPUD Bantul Budhi Wiryawan keberadaan hitung cepat ini tidak
diklaim sebagai angka pasti. Hasil resmi perhitungan perolehan suara
tetap akan dilakukan melalui perhitungan manual. “Hasil resminya tetap
melalui perhitungan manual,” kata Budhi Wiryawan.
    Sementara itu Hj Sri Suryawidati yang untuk sementara unggul dalam
perolehan suara versi quick count dipastikan akan mengangkat Drs H
Idam Samawi sebagai staff ahli. Hal tersebut disampaikan Sri
Suryawidati usai mencoblos di TPS 15 Nogosari Trirenggo Bantul.
    “Kalau nanti saya menang, maka boleh dong saya berkonsultasi dengan
Pak Idam tentang apa yang akan kami lakukan dalam 5 tahun kedepan.
Saya yakin Pak Idam akan bersedia memberikan nasehat secara gratis
tidak perlu biaya dari APBD. Anggap saja Pak Idam sebagai staff ahli,”
kata Hj Sri Suryawidati. (ufi)

 
Heru Dirjaya Unggul, Hafidh Asrom Minus

Heru Dirjaya Unggul, Hafidh Asrom Minus

SLEMAN- KPUD Sleman akhirnya melansir harta kekayaan para calon peserta pemilukada Sleman 2010, kemarin (4/5). Itu menyusul turunnya surat dari Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupa fax bernomor B(997)/XII/05/2010 tertanggal 3 Mei 2010 tentang pengumuman kekayaan calon kepala daerah Sleman.

 

Read more...
 
Tak Bawa Undangan, Warga Dilarang Masuk

Tak Bawa Undangan, Warga Dilarang Masuk

 

BANTUL – Bagi warga Bantul yang ingin menyaksikan dan mendengarkan Rapat Paripurna Istimewa ‘terbuka’ DPRD Bantul dengan agenda penyampaian visi, misi dan program kerja cabup-cabup, siap-siap saja Anda gigit jari. Sebab, apabila Anda tidak memegang kartu undangan, jangan harap Anda bisa masuk ke arena rapat paripurna istimewa lima tahunan yang digelar di Pendopo Parasamya Pemda Bantul (bukan di gedung DPRD Bantul) pada 6 Mei mendatang.

 

Read more...
 
Ratusan Surat Suara Rusak

Ratusan Surat Suara Rusak

 

BANTUL – Senin (3/5) kemarin, ratusan pekerja melakukan pelipatan dan penyortiran surat suara pilbup. Penyortiran surat suara yang di pusatkan di sekretariat KPUD Bantul tersebut, para pekerja menemukan ratusan surat suara yang tak layak pakai alias rusak misalnya warna cetakan tak sempurna dan sobek. Dengan demikian, sampai penyortiran berakhir surat suara yang rusak diprediksi jumlahnya lebih banyak.

 

Read more...
 
Maksimalkan Potensi Desa, Berdayakan Lansia

Maksimalkan Potensi Desa, Berdayakan Lansia

SLEMAN- Tak bisa dipungkiri, masalah ekonomi masih menjadi faktor penjerat masyarakat Sleman untuk melakukan urbanisasi. Merantau ke kota besar masih menjadi penarik perhatian warga yang merasa terhambat untuk berkembang di daerah asal akibat roda perekonomian desa tidak lagi menjanjikan untuk kehidupan.

 

Read more...
 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.