Sukamto Bidik Kader Golkar atau PKS Setelah Gagal Berpasangan dengan Rendradi
SLEMAN- Niat Sukamto mencalonkan diri sebagai calon bupati (cabup) Sleman tampaknya tak bisa dibendung lagi. Gagal melamar kader PDIP, ketua DPW PKB DIJ itu terus mencari pasangan sebagai cawabup pendampingnya. |
|
Read more...
|
|
PK Golkar Sleman Gundah
SLEMAN- Lambannya proses survei calon bupati (cabup) Sleman oleh DPP Partai Golkar menyebabkan para ketua pimpinan kecamatan (PK) partai berlambang pohon beringin, resah. |
|
Read more...
|
|
Sugito Tunggu Sikap PDIP
GUNUNGKIDUL - Sugito, bakal calon bupati (bacabup) Gunungkidul menyatakan akan tetap menunggu mekanisme di PDIP. Dia menyatakan tidak bakal pindah kendaraan ke partai atau koalisi lain. |
|
Read more...
|
|
|
Tunggu Suksesi, PDIP Masih Harap Ratno GUNUNGKIDUL - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan masih mengharapkan Ratno Pintoyo maju dalam bursa pibul 2010. Ratno Pintoyo dinilai sebagai satu-satunya kader yang mempunyai kemampuan untuk mempersatukan seluruh kader partai.
|
|
Read more...
|
Muharor Tinggalkan Herbandang
SLEMAN- Imam Muharor akhirnya meninggalkan Aris Herbandang Ilyas (bukan Heri Subandang Ilyas-red), untuk maju dalam pemilu kepala daerah (pemilukada) Sleman tahun 2010. Mantan tim sukses Hafidh Asrom pada pilkada periode 2005 itu mengaku terpaksa meninggalkan pasangannya yang putera mantan Bupati Sleman Arifin Ilyas, lantaran yang bersangkutan terganjal regulasi pendaftaran calon bupati (cabup)-wakil bupati (cawabup) pada Koalisi Sembada. Sebagai cabup, Aris harus terdaftar sebagai anggota PAN. Ditunjukkan dengan kepemilikan kartu tanda anggota (KTA) PAN. Syarat tersebut tak bisa dipenuhi oleh Aris yang saat ini masih tercatat sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Bappeda Sleman. “Karena Aris terganjal, maka saya maju sendiri. Tetap sebagai wakil,” ujar Imam Muharor kepada Radar Jogja, kemarin (5/1). Kader Nahdlatul Ulama (NU) itu mengaku tak main-main. Terbukti, tak hanya Koalisi Sembada saja yang menjadi pijakkannya. Imam Muharor juga mendaftar di Partai Demokrat dan PKB. “Tiap daftar ya bayar. Ini sebagai bukti keseriusan saya secara pribadi untuk maju dalam pemilukada,” kata mantan pengurus GP Anshor Sleman itu. Imam mengembalikan formulir pendaftaran di DPC Partai Demokrat dan PKB pada Senin (4/1) lalu. Ketua Desk Konvensi PKB Sleman Fairuz Ahmad membenarkan hal itu. Selain Imam Muharor, ada tiga calon lagi yang mengajukan diri sebagai cawabup. Mereka terdiri dari Tri Nugroho, Daryanto, dan Wawan Prasetyo. Sedangkan Ketua DPW PKB DIJ Sukamto dan anggota DPD RI Hafidh Asrom merupakan dua tokoh yang mendaftar sebagai cabup. “Besok (hari ini) pendaftaran ditutup. Pendaftar diberi kesempatan melengkapi berkas satu hari. Tangal 8 dan 9 Januari akan dilakukan survei terhadap para tokoh,” ungkap Fairuz. Setelah disurvei, imbuhnya, tim pemenangan pemilukada PKB Sleman akan melakukan konvensi pada tanggal 17 Januari 2010 untuk menentukan pasangan cabup-cawabup yang akan diusung. Lebih lanjut, Fairuz mengakui PKB memang menargetkan kader internal bisa maju dalam pemilukada. Kendati begitu, Fairuz menjamin tiap calon tetap akan melalui tahapan yang sama satu sama lain. Ditanya soal rencana koalisi, ketua DPC PKB Sleman itu menyatakan belum saatnya. “Masih terlalu dini bicara soal koalisi. Nanti setelah konvensi saja,” dalihnya. PKB dengan perolehan lima kursi di DPRD Sleman membutuhkan minimal 3 kursi agar bisa mengajukan cabup-cawabup ke KPUD Sleman. Artinya, PKB tetap harus menjalin koalisi agar jago-jago yang diusung bisa bertanding di pemilukada Sleman 2010. (yog)
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
|
Page 1 of 4 |