|
[Sabtu, 07 November 2009] PAMEKASAN – Kegelisahan akibat kemarau panjang tidak hanya dirasakan masyarakat umum. Kalangan pesantren juga terkena imbasnya. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) mengadakan salat Istisqa (minta hujan) di lapangan Kramat, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, kemarin (6/11) pukul 05.30.
Mereka mayoritas berasal dari Ponpes Mambaul Ulum Bata-bata, Darul Ulum Banyuanyar, Al Hamidy, Miftahul Ulum Panyeppen, Darul Ulum Pakis, dan Ponpes Gudang Panaan, Palengaan. Bahkan, warga sekitar juga mengikuti salat Istisqa tersebut. Lapangan berukuran 90x50 meter itu menjadi lautan manusia. Mereka rata-rata berpakaian putih. Sebelum acara inti dimulai, Pengasuh Ponpes Misdat, Lenteng, Kecamatan Proppo, KH Karrar Sinhaji mengajak ribuan santri dan warga memanjatkan doa. Selain memohon hujan, mereka meminta keselamatan masyarakat. ”Nanti, kita harus membaca niat. Setelah itu, kita harus salat dua rakaat, dilanjutkan dengan khotbah,” katanya. Pengasuh Ponpes Darul Ulum Banyuanyar KH Syamsul Arifin bertindak sebagai imam. Dia membuka dengan pembacaan kasidah istisqa dan ditutup dengan khotbah. ”Ini merupakan salah satu usaha yang bisa kita lakukan. Sebab, sudah lama tidak turun hujan. Cara ini memang sunah,” ujarnya. Menurut Syamsul, kekeringan yang terjadi di berbagai tempat cenderung meresahkan warga. Sebab, sumur dan sumber mata air yang biasa digunakan warga untuk keperluan sehari-hari kering. ”Tidak ada cara lain kecuali meminta kepada Allah. Kita sebagai mahluk Allah hanya bisa berusaha dan berdoa. Mudah-mudahan, upaya ini terkabul,” paparnya. Bahkan, Syamsul terdengar sesenggukan. Dia beberapa kali berhenti dan menenangkan diri. Sekitar 10 menit kemudian, khotbah ditutup dengan doa. Salah seorang panitia salat istisqa, Mahfud, menyatakan bahwa salat istisqa akan dilanjutkan di sejumlah tempat agar hujan segera turun. ”Telah diagendakan. Sebab, masyarakat membutuhkan air untuk mandi maupun masak. Termasuk kalangan pesantren yang lebih banyak membutuhkan air,” kata ketua Ponpes Mambaul Ulum tersebut. Hal senada dikatakan Mastur Kirom. Tampak putra pengasuh Mambaul Ulum Bata-Bata ra Abduh, KH Asnawi Pakes, dan KH Wasil Barmawi dalam acara itu. (nam/jpnn/end) |