|
[Minggu, 26 Juli 2009] Caleg Terpilih PD Pengedar SS Diduga Tutupi Jaringan, Tersangka Terus Bungkam
TUBAN - Teka-teki lima paket sabu-sabu (SS) dengan berat 1,13 gram yang dibawa Arifudin, 29, caleg terpilih Partai Demokrat (PD) Tuban Rabu (15/7) lalu pukul 16.30 lalu, kini terjawab.
Kelima paket SS tersebut tidak dia konsumsi karena berdasar hasil tes darah dan urine Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim tersangka tidak terbukti mengonsumsi bahan psikotropika golongan I tersebut. Kasatresnakorba Polres Tuban AKP Gatot Subagyo mengatakan status tersangka adalah pengedar atau kurir. Menurut Gatot, dari alat bukti disita petugas, Arifudin cukup bukti secara hukum tanpa hak memiliki, menyimpan, dan membawa psikotropika sebagai diatur dalam pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika. Ancaman hukumannya, pidana penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta. Perwira dengan pangkat balok tiga di pundak ini menambahkan, sampai kini Arifudin tetap bungkam setiap kali dikorek terkait pemilik SS tersebut. Begitu juga tujuan serbuk kristal itu hendak diantarkannya. Sumber koran ini di Mapolres Tuban mengatakan, sikap bungkam anggota jaringan narkoba tertangkap umumnya dilakukan mereka yang sudah kaliber. Biasanya, mereka terjun cukup lama. ‘’Dari sikapnya yang tutup mulut melindungi jaringannya, bisa dipastikan Arifudin bukan pemain baru,’’ ujar sumber tadi. Sebenarnya, dari calon wakil rakyat ini, polisi berharap bisa mengorek lebih dalam terkait jaringan bandar, pengedar, dan pengguna SS. Namun, dengan bungkamnya politisi yang juga wakil sekretaris DPC PD Tuban ini, menjadikan penyelidikan kasus tersebut buntu dan terputus. Arifudin ditangkap di jalan depan gedung DPRD Tuban, Jalan Teukur Umar. Saat itu, warga Perum Karang Indah blok AH/29, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, ini tengah mengendarai motor S 2047 KA dari utara. Polisi yang menghentikannya lalu menggeledah Arifudin. Dalam penggeledahan tersebut, 5 paket SS ditemukan di dalam lipatan spon helm standar hitam yang dikenakan tersangka. Satresnarkoba mengenali motor S 2047 KA yang dikendarai Arifudin sebagai sarana untuk kurir SS. Begitu tertangkap, spekulasi yang berkembang, bapak dua anak ini dijebak lawan politiknya. Targetnya, menggagalkan pelantikannya sebagai anggota DPRD Tuban pada 24 Agustus mendatang. (jpnn) |