|
[Jum'at, 24 Juli 2009] TERNATE – Aparat Polda Maluku Utara (Malut) yang di-back up Satbrimobda Malut merazia seluruh penumpang kapal mLambelu yang berlabuh di Pelabuhan A. Yani, Malut, kemarin malam (22/7). Yang mengagetkan, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga sebagai bahan baku pembuatan bom.
Barang tersebut, antara lain, berupa lima potongan berbentuk balok kayu. Panjang kurang lebih 20 sentimeter. Selain itu, ditemukan enam potong barang berbentuk selongsong. Diduga barang-barang mencurigakan tersebut akan digunakan untuk membuat bom. Meski padat, barang tersebut mudah pecah atau hancur. ”Semacam serbuk yang dipadatkan,” ungkap salah satu anggota polisi kemarin malam. Bersamaan itu, juga ditemukan sebilah badik dan sebuah kacamata renang. Semua barang itu dibungkus kantong plastik warna hitam. Barang-barang tersebut dimasukkan dalam tas seorang lelaki yang berinisial LU. LU ketika diinterogasi mengatakan barang tersebut bukan miliknya. LU mengaku dirinya dibayar dua orang laki-laki sebesar Rp 50 ribu untuk sebuah tugas mengambil barang tersebut dari seseorang di atas kapal. Polisi belum tahun motif LU. Juga belum dipastikan barang-barang tersebut berbahaya atau tidak. Kapolres Ternate AKBP Solichin mengatakan, razia tersebut selain mengantisipasi teroris juga merupakan program cipta kondisi yang biasa digelar menjelang bulan suci Ramadan. Kepala KP3 (Kepala Pos Pengamanan Pelabuhan) IPTU Boedi S. Arman menyatakan hal yang sama. ”Kegiatan ini juga bagian dari Operasi Mantap Brata dalam rangka pengamanan pilpres kemarin,” tandasnya. Razia itu dilaksanakan di pintu gerbang keluar pelabuhan. Sejumlah personel terlibat dalam razia, antara lain dari Brimob dan bahkan polisi militer. Mereka memeriksa koper, dos, tas jinjing, dan lainnya. (rm-2/jpnn/end) |