|
Thursday, 12 April 2012 10:28 |
|
JOGJA - Membeli rumah tidak sekedar hunian saja. Masyarakat memilih rumah juga sebagai lahan investasi yang memiliki peluang bagus ke depan. Pembeli banyak yang membeli properti sebagai investasi.
Peluang ini ditangkap Fasco Mansion Residence. Mereka tidak hanya menghadirkan properti buatannya sebagai hunian yang berkelas, tetapi juga sebagai investasi. Apalagi konsepnya cukup menjanjikan, yaitu resort yang bisa disewakan. Marketing Director PT Asa Persada Pulung Wahyu Pinto mengatakan, pada kalangan menengah atas banyak yang membeli rumah dengan beragam alasan dan tidak hanya sebagai hunian. Mereka juga memikirkan masa depan dengan menjadikan properti sebagai investasi. Terbukti, 60 persen pembeli hunian di Fasco Mansion Residence ini berasalan sebagai investasi. Apalagi tempat yang ditawarkan juga cukup menarik, berada di Jalan Palagan Km. 10 Sleman. Pulung meneruskan, ada 57 unit rumah yang dibangun. Semuanya berkonsep resort dan dilengkapi fasilitas pendukung. Seperti kolam renang, pemeliharaan lingkungan, sekolah musik nuansa alam, hingga terhubung dengan desa wisata. Total lahan yang digunakan Fasco Mansion Residence seluas 5 hektar. Sedangkan tipe rumah yang disediakan adalah tipe 80 dan tipe 200. Kisaran harganya mulai dari Rp 940 juta - Rp 1,5 miliar. Kebanyakan pembeli rumah di sini adalah orang dari luar Jogjakarta. Mereka berkeinginan properti yang ada di Fasco Mansion Residence tersebut bisa disewakan. “Ada unit yang ready stok. Sisanya, langsung dibangun setelah down payment (DP) dibayarkan. Proses pengerjaan rumah sekitar enam hingga delapan bulan,” katanya, beberapa waktu lalu. Target pada tahun ini, semua unit terjual habis. Kendati ada ketentuan baru Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan uang muka sebesar 30 persen, tidak ada sedikitpun memberi pengaruh. Menurut Pulung, segmen menengah atas tidak begitu peduli dengan aturan tersebut dan mampu membayar uang muka di atas 30 persen alias di atas ketentuan BI.(ila/hes) |