|
Thursday, 01 March 2012 10:36 |
Bisnis Sepeda Masih Lesu
JOGJA – Pemerintah terus mendorong kampanye bersepeda. Sayangnya, bisnis penjualan sepeda tetap saja sepi. Kenaikan hanya terjadi saat pergantian tahun ajaran baru di mana anak sekolah minta sepeda baru. Menurut Manajer Toko Sepeda Esa Jaya Djunarso Hartono, kenaikan penjualan sepeda biasanya pada Juni- September. “Saat kenaikan kelas, biasanya terjadi lonjakan permintaan. Saat ini, cenderung sepi,” kata Djunarso, dijumpai di tokonya Jalan KHA Dahlan, kemarin (29/2). Diakui Hartono, bisnis sepeda memang naik turun. Meski sudah ada ajakan kembali bersepeda dari pemerintah, perusahaan atau instansi, tetap saja tidak membuat penjualan naik. Apalagi perusahaan atau institusi banyak yang memesan langsung ke produsen.
“Sehingga toko kami hanya menjual untuk individu saja. Padahal, spesifikasi sepeda sama,” katanya. Kebiasaan bersepeda masyarakat memang meningkat, seiring naik sepeda sebagai gaya hidup sehat. Masyarakat melakukan itu juga sebagai wahana berolahraga dan mengurangi polusi. “Untuk jenis sepeda juga beragam. Bahkan ada modifikasi sepeda di mana penggemarnya adalah mayoritas dari kalangan muda,” katanya. Selain menjual sepeda, Esa Jaya ini juga menjual berbagai variasi sepeda. Beberapa variasi sepeda seperti helm, bel, lampu, kunci, dan lainnya. “Biasanya yang beli sepeda baru sekaligus melengkapi dengan variasi sepeda. Jadi, kalau penjualan sepeda naik, variasi sepeda ikut naik,” jelasnya. Hartono mengatakan, jenis sepeda yang paling banyak diminati masyarakat adalah sepeda lipat, city bike, dan mountain bike (MTB). Selain itu juga ada jenis sepeda lain seperti untuk anak, sepeda mini, sepeda tandem serta BMX. “Biasanya, anak sekolah memilih BMX atau MTB. Ini bisa dipakai sehari-hari,” jelasnya. Harga juga relatif terjangkau bagi masyarakat. Meski begitu, seandainya masyarakat menginginkan jenis sepeda tertentu pasti akan dipesankan. Took ini mengambil aneka varian sepeda dari Surabaya atau Sidoarjo. Di sini, juga melayani tukar tambah sepeda. Sepeda bekas tidak direkondisi, tetapi diserahkan pada pengepul. “Calon pembeli bisa merakitkan sepedanya di sini. Mereka juga bisa menambah dengan beberapa variasi,” katanya. Terkait dengan bisnis ini, Hartono meyakini masih bisa berkembang. Hal itu berdasar pada kebiasaan masyarakat yang beralih ke gaya hidup sehat. (pra/hes) |