|
Thursday, 12 April 2012 10:24 |
|
JOGJA- Penggawa PSIM Jogja harus berbagi konsentrasi saat menjamu Persip Pekalongan dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama PT LI di Stadion Mandala Krida sore ini.
Persolaan keuangan yang tak kunjung beres membuat dikhawatirkan berpengaruh di lapangan. Di sisi lain, tim berjuluk Laskar Mataram ini butuh kemenangan guna memantapkan posisi di puncak klasemen sementara wilayah barat. Nah, menyadari itu, arsitek PSIM Jogja Hanafing meminta anak asuhnya bersikap profesional. Dia meminta Nova Zaenal dkk untuk mengesampingkan persoalan dengan manajemen dan fokus di pertandingan.’’Tanggung jawab kita hanya kepada publik Jogja. Karena itu, kita harus buktikan di lapangan dengan bermain maksimal dan raih tiga poin,’’ pesan Hanafing kepada anak asuhnya kemarin (11/4). Terang-terangan Hanafing sudah tak mengharap dukungan manajemen. Dia hanya mengharapkan dukungan dari seluruh suporter dan warga Jogja yang selalu setia kepada tim ini. Dan dukungan ini terbukti membuat performa tim semakin meningkat. Secara teknik, kubu PSIM tidak banyak persoalan sore ini. Formasi yang pernah dibawa ke Pekalongan dengan raihan tiga angka kembali akan dimainkan. Kecuali Linkers yang terkena hukuman kartu kuning. Reinhard Rumaikewi yang mencetak satu gol di Pekalongan akan menggantikan Linkers di depan. Di belakang Abda Ali akan digantikan Joni Sukirta. Posisi yang lain tidak ada masalah.’’Aku akan mencetak gol lagi,’’janji Reinhard. Selain diuntungkan bermain di kandang, dalam lawatan ini Persip tanpa empat pilarnya, yakni Agustus Nimely, Nur Coyo, Rizikin, dan Sukodir. Tanpa mereka, kekuatan tim pujaan Laskar Kalong ini akan tereduksi. Menyadari itu, pelatih Persip Nazal Mustofa bakal menerapkan strategi khusus untuk meredam serangan tuan rumah terutama Adelmund dan Rimkus. Catatan statistik membuktikan prestasi PSIM lebih baik disbanding calon lawannya. PSIM saat ini menduduki puncak klasemen group barat dengan 25 poin. Sedangkan Persip Pekalongan berada di peringkat lima dengan raihan 17 poin. Di laga ini panpel memastikan untuk melarang pemakaian atribut suporter. Selain itu panpel juga naikkan harga tiket masuk. Tiket tribun tadinya Rp 10 ribu menjadi Rp12 ribu, tribun tertutup dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu, dan VIP dari Rp 50 ribu menjadi Rp 75 ribu. ’’Tujuan kami menaikan harga karcis untuk membantu manajemen yang sedang krisis dana, semoga warga Jogja akan berbondong-bondong menonton dengan membeli tiket dan menjaga keamanan,’’ terang ketua Panpel PSIM Sukamto (hrp/din)
|