SLEMAN - Pesawat Mandala Airlines dengan nomor lambung RI 343 jurusan Jogja-Jakarta sore kemarin (28/7) pukul 15.00 WIB terpaksa mendarat darurat (emergency landing) karena mengalami kerusakan mesin bagian kanan. Pesawat itu tercatat baru sekitar 10 menit take off dari Bandara Adisutjipto. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh penumpang sebanyak 101 orang selamat.
Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Adisutjipto Halendra Y.W mengatakan, mesin pesawat rusak secara tiba-tiba. Keputusan pilot melakukan return to base atau kembali ke bandara, dinilai sudah tepat. ‘’Itu untuk mempertahankan keselamatan penumpang yang ada dalam pesawat saat itu,” ujarnya kepada wartawan di Bandara Adisutjipto kemarin. Menurut Halendra, setelah take off pesawat jenis Air Bus 319 itu sempat airbone sekitar 10 menit, sebelum pilot merasakan adanya indikasi masalah teknis pada mesin bagian kanan. Awak pesawat kemudian menghubungi tower bandara untuk melakukan pendaratan darurat. Setelah berkoordinasi, akhirnya diputuskan pesawat akan kembali ke landasan pacu. Pihak bandara kemudian melakukan langkah persiapan pendaratan darurat. Misalnya tim untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pemadam kebakaran dan tim PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) serta personel TNI AU. Akhirnya setelah dinyatakan siap, pesawat tujuan Jakarta itu berhasil mendarat dengan baik di Bandara Adisutjipto Jogja. Pesawat kemudian dicek petugas untuk memastikan penyebab kerusakan mesin yang memaksa melakukan pendaratan darurat. Hingga petang kemarin, pesawat masih dalam proses perbaikan di bengkel Bandara Adisutjipto. Akibat peristiwa ini, sejumlah penumpang mengaku panik. Sebagian penumpang memilih pindah pesawat maskapai penerbangan lain, namun ada yang terpaksa membatalkan terbang. Seperti dituturkan Kristina, 40, salah seorang penumpang Mandala Airlines RI 343 yang memilih batal terbang. ‘’Saya masih trauma,’’ kata Kristina. Setelah mengalami kejadian itu, Kristina memilih menunda penerbangan daripada harus pindah pesawat setelah kembali landing di bandara. ‘’Saat terbang, suara mesin pesawat seperti mobil yang accu-nya mogok. Akhirnya balik ke bandara,’’ ungkap perempuan paruh baya itu. Menurut Kristina, biaya tiket pesawat diganti penuh. (yog/cr1) |