Kamis, 09 September 2010
Promosikan Sleman sebagai Kota Candi

1.500 Orang Ikuti Jelajah Wisata Ratu Boko

SLEMAN - Ribuan orang memenuhi kompleks objek wisata Candi Ratu Boko, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, kemarin (18/7) pagi. Lebih kurang 1.500 orang dari wilayah DIJ dan Jawa Tengah ini turut meramaikan  Jelajah Wisata ‘’The Spirit of Boko 2010’’ yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman.

Para peserta dibagi dua bagian untuk menyusuri jalur wisata treking sepanjang 12 km untuk kelompok dan 8 km untuk perorangan. Treking yang cukup menantang ini berupa jalan setapak dengan medan naik turun melalui pekarangan dan persawahan di sepanjang bukit kawasan Candi Ratu Boko dan sekitarnya seperti Candi Barong, Candi Dawangsari, Candi Banyunibo, dan Dam Pandanrejo.

Yang unik, peserta yang memilih treking kelompok dilombakan. Mereka harus melewati empat pos, dan setiap pos wajib menjawab pertanyaan seputar Candi Ratu Boko. Siapa cepat, maka kelompok tersebut menjadi juara. Sehingga selain bisa menikmati pemandangan, kegiatan ini juga memicu tiap kelompok untuk bekerja sama.

Jelajah Wisata ‘’The Spirit of Boko 2010’’  ini merupakan salah satu bentuk promosi sektor pariwisata Sleman untuk lebih mempopulerkan Candi Ratu Boko yang sekaligus merayakan hari jadinya yang ke-30. ‘’Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk promosi sektor pariwisata Sleman yang mempunyai banyak candi. Sehingga, candi menjadi ikon wisata utama sejarah dan budaya di Sleman yang perlu dipromosikan ke masyarakat,’’ ujar Yuni Satia Rahayu, wakil bupati Sleman terpilih yang turut meramaikan acara jelajah wisata ini saat ditanya Radar Jogja.

Dikatakan, Kabupaten Sleman bisa dibilang kota candi dan perlu mendapat perhatian. Salah satunya dengan digelarnya jelajah alam ini, yang rencananya tidak hanya digelar di Candi Ratu Boko saja, tetapi juga candi-candi lain yang ada di Sleman.

Kepala Unit Cando Boko PT TWC Borobudur, Prambanan dan Boko Bambang Irianto menambahkan, pihaknya selalu mempromosikan paket wisata baru tersebut kepada setiap pengunjung Candi Prambanan. Bahkan wisatawan yang minat mengunjungi Candi Boko, mendapat layanan tambahan berupa shuttle bus gratis.

‘’Potensi di Candi Boko sebenarnya tak kalah eksotis dengan Borobudur dan Prambanan,” ujarnya.

Namun sangat disayangkan oleh  Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sleman, Dra Shavitri Nurmala Dewi, karena jumlah peserta tidak mencapai yang diharapkan sebanyak 3.000 orang. 

‘’Kawasan jelajah kali ini kurang populer dibandingkan Candi Prambanan atau Candi Borobudur. Mungkin itu yang menjadikan jumlah peserta hanya mampu meraih setengah dari yang ditargetkan,’’ katanya.

Meski kurang dari target, para peserta cukup senang dengan adanya acara menarik ini. Seperti halnya Fira Nurfiani, peserta asal Jogja, yang mengaku meskipun rute treking  naik turun, ia sangat menikmati perjalanannya ini. ‘’Ternyata situs-situs di sekitar Candi Ratu Boko ini keren dan wah!" ujar Fira. (isa/yog)

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.