|
JOGJA - Lagu tema Muktamar Satu Abad Muhammadiyah berkumandang mengiringi pelepasan ribuan peserta sepeda gembira menyambut Muktamar Muhammadiyah 46 atau Seabad Muhammadiyah dari Gedung Muhammadiyah (lama) di Jalan KH Dahlan, Jogja, kemarin (20/6). Lagu yang diciptakan dan diaransemen Dwiki Dharmawan dan syair dibuat oleh Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin itu terus bergema hingga seluruh peserta berlalu. Ribuan peserta bahkan terlihat menyemut hingga di sekitar RSU PKU Muhammadiyah.
Hadir dalam kesempatan ini, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Umum Penerima Muktamar Seabad Muhammadiyah Herry Zudianto yang juga Wali Kota Jogja, Wakil Wali Kota Haryadi Suyuti, Rektor UMY Dasron Hamid, para Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jogja, pengurus cabang, dan pengurus ranting serta ribuan warga Muhammadiyah. Dengan mengendarai sepeda, mereka menempuh jarak sekitar 10 Km. Start dari Gedung Muhammadiyah di Jalan KH Dahlan, menuju Sportarium UMY di Lingkar Selatan, kemudian berlanjut sampai finish di Alun-Alun Utara. Menurut Din Syamsuddin, Muktamar Muhammadiyah di Jogja ini memiliki arti penting. Itu karena bersamaan dengan peringatan 100 Tahun Muhammadiyah, penyelenggaraannya dilakukan di tanah kelahirannya, Jogjakarta. Karena itu, dia menyebutnya sebagai napak tilas perjalanan Muhammadiyah. ‘’Semangat inilah yang harus terus kita gelorakan,” katanya di panggung. Dia juga menyebut Muhammadiyah lahir dari masyarakat dan akan terus berjuang untuk kesejahteraan masyarakat. Dan sebagai simbolisasi lahir dari masyarakat itulah Ketua PP Muhammadiyah ini tidak melakukan pengibaran bendera start sepeda gembira. Dia menyerahkannya kepada Pimpinan Ranting Muhammadiyah Prawirotaman Edy Subagyo untuk melakukan pengibaran bendera start. Sebelumnya, Ketua Umum Penerima Muktamar Seabad Muhammadiyah Herry Zudianto mengajak seluruh masyarakat Jogja untuk ikut menyukseskan perhelatan akbar ini. Itu dengan cara menjadi tuan rumah yang baik, dengan memberikan sambutan yang hangat dan terbaik bagi para peserta muktamar maupun penggembira yang datang. “Mari, kita jadikan Muktamar Muhammadiyah di Jogja ini sebagai penyelenggaraan yang terbaik,” ajak Herry disambut tepuk tangan peserta. Panitia sepertinya memang sengaja mengenalkan kepada masyarakat umum sejarah perjalanan organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini. Makanya, start dilakukan di tempat berdirinya pergerakan tersebut 100 tahun silam. Sementara lokasi Sportarium di UMY juga sengaja dikenalkan karena lokasi inilah yang akan dipakai sebagai kegiatan Muktamar Muhammadiyah. Sedangkan Muktamar Aisyiah akan digelar di Komplek UAD Jalan Kapas. Sedangkan untuk kongres IPM digelar di Gedung PDM Bantul. “Hari ini cukup banyak kegiatan sepeda gembira, tapi kami sekeluarga memilih ikut di sini. Inilah wujud dukungan kami untuk ikut menyukseskan Muktamar Muhammadiyah kali ini, “ terang Imam Aziz, seorang warga Umbulharjo. Selain bentuk dukungan ini, dia dan warga yang lain di wilayahnya telah siap menerima tamu peserta maupun penggembira. Itu antara lain dengan menyiapkan lokasi penginapan di Amal Usaha Muhammadiyah seperti sekolahan dan tempat yang lain. Tak hanya itu, jauh-jauh hari bahkan para siswa yang sekolahnya akan digunakan sebagai lokasi penampungan tamu, sudah diinstruksikan untuk ikut membantu. Salah satunya dengan menyiapkan akomodasi dan perlengkapan lainnya. ‘’Anak saya diminta membawa bantal ke sekolah,” terang Anis, ibu seorang siswa TK ABA di Karangwaru. Sesuai ketetapan panitia, para simpatisan dan peserta muktamar akan dititipkan di rumah-rumah warga, terutama di kampung-kampung Muhammadiyah serta Amal Usaha Muhammadiyah. Karena itulah, sejak sekarang kampung-kampung Muhammadiyah di Jogja seperti Kauman, Nitikan, Jogokaryan, Karangkajen, Warungboto dan beberapa kampung lainnya mulai berbenah. Wali Kota Jogja Herry Zudianto selaku Ketua Umum Penerima Muktamar menjelaskan, penempatan di rumah-rumah penduduk ini demi alasan kekeluargaan dan agar bisa membaur dengan masyarakat. ‘’Guna kepentingan itu, panitia sejak sekarang mulai melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang akan menjadi penginapan,” lanjutnya. Selain rumah, tambah Herry, sejumlah sekolah juga akan disiapkan untuk keperluan penyelenggaraan kegiatan ini. Menurut dia, Muhammadiyah lahir di Jogja. Karena itulah, kehadiran para peserta mukmatar maupun penggembiranya, ibarat kehadiran saudara sendiri. Sementara itu di Gunungkidul, untuk menyambut Muktamar Satu Abad Muhamadiyah, PD Muhamadiyah (PDM) kemarin menggelar serangkaian kegiatan bakti sosial. Bekerjasama dengan PMI Gunungkidul, dilaksanakan acara donor darah bertempat di Komplek Masjid Al-Ikhlas di kantor PDM Wonosari. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diikuti 50 peserta, terdiri atas para pengurus cabang dan ranting se-Gunungkidul. Ketua PDM Gunungkidul H. Asrofi mengatakan, rangkaian kegiatan ini bertujuan mendekatkan diri dengan masyarakat dan berperan dalam menyukseskan muktamar. Sebelumnya, PDM juga telah menggelar beberapa acara bakti sosial seperti sunatan masal, jalan sehat, lomba menggambar TK ABA dan lain sebagainya. (din/cr2) Judul sambunfgan: PDM Gunungkidul Gelar Aksi Donor Darah |