Kamis, 29 Juli 2010
Megawati Award untuk Sepuluh Tokoh Muda

Megawati Award untuk Sepuluh Tokoh Muda

JAKARTA – Ada yang istimewa dalam peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda yang kemarin diprakarsai Taruna Merah Putih, salah satu sayap organisasi PDIP. Mereka memberikan penghargaan berupa Megawati Award kepada sepuluh tokoh muda yang dinilai berprestasi di bidangnya masing-masing.

’’Kami bangga bisa memberikan penghargaan ini,’’ kata Ketua Umum Taruna Merah Putih yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda, Mahasiswa, dan Olahraga Maruarar Sirait di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kemarin (28/10).
Sepuluh tokoh muda yang memperoleh penghargaan itu adalah penyanyi Nugie, seniman musik Tri Utami, petenis Angelique Wijaya, aktivis lingkungan Chalid Muhammad, jurnalis Sutta Dharmasaputra, sutradara Mira Lesmana, ekonom Hendri Saparini, binaragawan Ade Rai, cendekiawan muda Anies Baswedan, dan Wali Kota Bekasi yang juga Ketua DPC PDIP Bekasi Mokhtar Muhammad.
Turut hadir Sekjen DPP PDIP Pramono Anung dan mantan wakil ketua DPR yang juga politikus senior Soetardjo Soerjogoeritno. Acara bertambah meriah dengan sumbangan sejumlah lagu dari Nugie, Tri Utami, dan Edo Kondologit yang didapuk menjadi pembawa acara.
Mira Lesmana mengatakan, ini kali pertama dia bersedia menerima penghargaan dari parpol. Sebelumnya Mira memilih menolak supaya bisa netral. Tapi, telepon dari sahabatnya, Rieke Dyah Pitaloka, yang kini menjadi anggota DPR dari PDIP meluluhkannya. ’’Saya langsung bilang dengan senang hati,’’ katanya. Apalagi, FPDIP di DPR periode lalu satu-satunya yang berusaha menggagalkan UU Perfilman dan berkomitmen untuk merevisinya.
Anies Baswedan menyebut tantangan terbesar dalam momentum peristiwa Sumpah Pemuda tahun ini adalah mengusahakan pendidikan yang bisa diakses semua kalangan. Menurut dia, pendidikan adalah eskalator untuk melakukan mobilitas sosial vertikal. Karena itu, pendidikan harus tetap bisa diakses kalangan menengah ke bawah.
’’Eskalator itu adalah pendidikan tinggi. Saya khawatir nanti yang bisa naik eskalator ini bukan mereka yang di bawah, tapi mereka yang sudah di atas,’’ katanya. (pri/tof)
 

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.