Kamis, 11 Maret 2010
Pembekalan Caleg PDIP Tanpa Mega

[Selasa, 08 September 2009]

Beredar Rumor Karena Isu Koalisi Makin Kuat

JAKARTA – Hari pertama pembukaan pembekaan caleg DPR terpilih dari PDIP berjalan hambar. Soalnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak menghadiri acara partai yang cukup penting dan strategis itu. Umumnya, Ketua Umum Parpol selalu datang dalam acara pembekalan caleg DPR terpilih dari partainya masing –masing.

Kemana Megawati ? ’’Ibu Mega harus istirahat selama empat hari, dari Sabtu, sampai Selasa besok, karena kena flu cukup berat,’’ kata Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kemarin (7/9).
Pram –begitu dia akrab disapa, membantah rumor yang beredar bahwa ketidakhadiran Megawati berkaitan dengan menguatnya ide PDIP berkoalisi ke SBY. Sehingga, para caleg DPR terpilih dari PDIP tidak lagi memainkan peran sebagai oposisi di parlemen. ’’Ibu benar –benar sakit flu berat,’’ tegas orang dekat Megawati itu.
Dalam acara buka puasa bersama di kediaman Megawati, Jalan Kebagusan IV, Senin lalu, Megawati memang sudah tidak tampak ikut bergabung. Dari pihak keluarga, hanya diwakili Taufiq Kiemas dan putri mereka, Puan Maharani. Megawati sendiri berada di kediaman pribadinya yang lain, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.
Pram menambahkan kepastian sikap PDIP antara berada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan akan segera terjawab dalam bulan Ramadan ini. ’’Sekitar pertengahan September. Sikap pasti itu harus ada sebelum 1 Oktober,’’ katanya. Pada tanggal 1 Oktober dijadwalkan untuk pelantikan anggota DPR terpilih periode 2009 –2014.
PDIP, imbuh Pram, bukannya tergesa –gesa atau mendapat tekanan eksternal untuk segera menentukan sikap. ’’Semata-mata soal timing. Kami ingin begitu nanti masuk Oktober, tinggal konsentrasi membuat Fraksi yang kompeten di DPR,’’ jelasnya.
Mengenai arah sikap PDIP sendiri, Pram menyebut itu tergantung dari Megawati setelah mendapat masukan dari berbagai elemen internal partai. Megawati sendiri telah memanggil kembali para pimpinan DPD PDIP se –Indonesia untuk didengarkan pandangannya. Baru –baru ini, misalnya, Megawati mengundang pimpinan DPD se –Sumatera dan Kalimantan.
Menurut Pram, pandangan DPD –DPD yang sempat muncul dan disampaikan dalam Rakernas VI PDIP, 15 Juli lalu, dianggap masih bersifat umum. ’’Pandangan  yang sekarang ini diberikan secara lebih informal,’’ katanya.
Megawati meminta pengertian untuk menerima berkoalisinya PDIP dengan Pemerintahan SBY ? ’’Yang jelas, posisi politik PDIP pada 2009 ini akan mempengaruhi wajah perpolitikan ke depan,’’ jelas Pram.
Meski begitu, Pram mengakui kondisi massa PDIP di akar rumput sebenarnya masih cukup cair. Ini terbukti dari hasil survei internal PDIP. Temuannya tidak berbeda jauh dengan hasil survei Indobarometer terbaru yang telah dirilis.
Survei Indo Barometer pimpinan Muhammad Qodari menemukan responden yang mendukung PDIP masuk kabinet mencapai 50,6 persen. Hanya 30,8 persen yang berpendapat PDIP sebaiknya di luar kabinet. Sisanya, 18,7 persen mengaku tidak tahu atau memilih tidak menjawab. ’’Survei internal kami hasilnya tidak jauh –jauh dari itu,’’ kata Pram.
Acara pembekalan, kemarin, dihadiri 93 caleg DPR terpilih PDIP. Dalam hitung –hitungan PDIP total kursi yang diperoleh adalah 95 kursi. Tapi, sampai saat ini, masih ada 2 kursi milik PDIP, yakni di Papua dan Riau yang belum klir. (pri)

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.