Kamis, 09 September 2010
Parpol Gurem Inginkan Jatah Menteri

[22 Juli 2009]

Ingin Ikut Memerintah

JAKARTA – Sejumlah parpol gurem peserta Koalisi Cikeas tidak mau kehilangan kue kekuasaan setelah perolehan suara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono pada pemilu presiden (pilpres) melejit. Kelompok parpol nonparlemen mitra koalisi SBY-Boediono itu kemarin mulai menyinggung soal jatahnya dalam kabinet.
’’Kalau SBY-Boediono mengambil kami-kami dari 19 parpol ini, tentu semua sangat mendukung. Saya rasa,    tidak salah memilih salah satu atau dua atau tiga untuk masuk dalam kabinet,’’ kata Ketua Umum DPP Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Amelia Yani di Jakarta kemarin (21/7).
Menurut Amelia, parpol nonparlemen tidak menawarkan diri. Tapi, mereka siap untuk diajak bergabung memperkuat kabinet. Selain akan menyenangkan massa mereka di bawah, kata Amelia,   kontrak politik dengan Demokrat selama lima tahun bersifat permanen. ’’Ketum partai kan juga orang-orang profesional,  juga punya massa,’’ tegasnya.
Belasan parpol yang gagal menembus ke DPR gara-gara ketentuan parliamentary threshold (PT) itu terus menyolidkan diri. Mereka kemarin bertemu di Kantor Pimpinan Kolektif Nasional (PKN) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Jalan Tebet Barat Dalam Raya, Jakarta Selatan. Mereka  berencana untuk membentuk forum resmi yang mewadahi 19 parpol pendukung SBY-Boediono yang tidak mempunyai kursi di DPR.
Tampak, antara lain, Ketum PBR Bursah Zarnubi, Ketua Pelaksana Harian PKN Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy B.B Janis, dan Sekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Sahar L. Hasan. Ada pula Ketua Umum (Ketum) Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Daniel Hutapea, Ketum Partai Matahari Bangsa (PMB) Imam Addaruqutni, Ketum Partai Indonesia Baru (PIB) Kartini Sjahrir, Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Samuel Samson, dan wakil parpol lain.
Sahar L. Hasan mengatakan, mereka sadar konsekuensi tidak lolos PT. Yakni, tidak bisa mengawal pemerintahan melalui parlemen. ’’Makanya, dibutuhkan suatu forum untuk melakukan partisipasi kolektif atas jalannya pemerintahan,’’ katanya. Melalui forum itu, jelas Sahar, parpol nonparlemen koalisi SBY akan melakukan pertemuan rutin. Setiap kali pertemuan, ada topik yang dibahas. Hasilnya akan menjadi semacam masukan bagi pemerintah.
Menurut dia, meskipun tidak memiliki kursi di DPR, kekuatan politik mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Jumlah kader yang lolos ke DPRD provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia sangat banyak. ’’Ada ribuan. Dari PBB saja, hampir 500 orang yang menjadi wakil rakyat di DPRD,’’ ujarnya.
Koalisi berharap jatah kursi menteri? ’’Kami tidak seperti partai lain yang meminta-minta jabatan. Kalau diberikan jabatan kepada kami, ya alhamdulillah.  Tidak diberikan, ya bismillah,’’ jawabnya.
Roy B.B Janis mengatakan, mereka tidak memiliki target untuk ”dagang sapi” demi mendapatkan posisi tertentu di kabinet. ’’Target kami bagaimana koalisi ini bisa solid memperkuat pemerintahan SBY sampai akhir masa jabatannya lima tahun ke depan,’’ tegasnya.
Dalam Pilpres 2009, SBY-Boediono didukung 24 parpol. Lima parpol lolos ke DPR, yakni Partai Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan PKB. Lainnya, 19 parpol, tidak dapat menempatkan wakil rakyat di Senayan. Dalam kabinet sekarang, SBY memiliki dua menteri dari kelompok partai gurem. Mereka  adalah Menteri Kehutanan M.S. Kaban (PBB) dan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta (PKPI). (pri)

 

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.