|
[Jumat, 17 Juli 2009] SBY- Boediono Menang di Kandang Banteng JOGJA- Rekapitulasi penghitungan suara di KPU Kota Jogja berlangsung lebih cepat dari waktu yang ditetapkan.
Rekapitulasi yang dijadwalkan 16-18 Juli, bisa diselesaikan seharian kemarin. Sidang pleno yang dibuka sekitar pukul 09.00 berakhir pukul 17.00. Keseluruhan penghitungan di 14 kecamatan, menunjukkan kemenangan pasangan SBY-Boediono. Di urutan kedua pasangan Mega-Pro, dan pasangan JK-Win di posisi ketiga. Ini sekaligus menggambarkan komposisi untuk hasil akhir di Kota Jogja. Dari keseluruhan suara yang masuk sebanyak 236.669 pemilih, pasangan SBY-Boediono memperoleh 130.836 suara (57,9 persen). Pasangan Mega-Pro memperoleh 65.801 suara (29 persen), dan pasangan JK-WIN mendapatkan 29.236 (12,9 persen). Menurut Ketua KPU Kota Jogja Nasrullah, jumlah keseluruhan pemilih di Kota Jogja yang masuk dalam DPT sebanyak 341.935 pemilih. Dari jumlah itu, jumlah pemilih yang memberikan suara sebanyak 236.669 atau 69,21 persen. “Dari jumlah yang datang itu sebanyak 225.963 merupakan suara sah. Dan 10.706 merupakan angka tidak sah,” terang Nasrullah usai penghitungan kemarin (16/7). Ditambahkannya, jumlah pemilih sebanyak 225.963 yang datang ke TPS dari 341.935, sebanyak 537 di antaranya menggunakan KTP, dan yang menggunakan A-7 sebanyak 1.369. Dengan komposisi hanya 537 pemilih yang menggunakan KTP ini berarti hanya 0,6 orang per TPS. “Sebab, jumlah TPS di Kota Jogja sebanyak 866 buah,” tambahnya. Hasil di atas menggambarkan bahwa Kota Jogja yang dalam pemilu legisatif (pileg) lalu dikuasai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), tidak tercermin dalam pemilu presiden kali ini. Pada pileg lalu, PDIP mendapatkan 11 kursi, sedangkan Partai Demokrat (PD) sebagai pendukung utama pasangan SBY-Boediono hanya 10 kursi. Partai Golkar hanya 5 kursi. (din) |