Kamis, 29 Juli 2010
TPDK Ajukan Kontrak Politik

[Senin, 6 Juli 2009]

TPDK Ajukan Kontrak Politik
Diteken Caleg Terpilih, Ingin Aspirasi Didengar

KULONPROGO - Para difabel yang tergabung dalam Tim Politik Difabel Kulonprogo (TPDK) mengajukan kontrak politik

kepada para anggota dewan terpilih periode 2009-2012. Kontrak ini merupakan pengikat agar dewan terpilih benar-benar bisa menyuarakan aspirasi mereka.
Kontrak politik itu disodorkan mengingat difabel menilai selama ini kepentingan mereka masih terpinggirkan. Difabel di Kulonprogo merasa aspirasi mereka tidak didengarkan. Akibatnya, berbagai kebijakan yang diambil kurang memperhatikan kebutuhan difabel.
Imbasnya, peluang mereka bergiat di berbagai bidang sangat terbatas. Bidang itu antara lain pendidikan, ketenegakerjaan, kesehatan, dan aksesibilitas di ruang publik.
Ketua TPDK Sarjiyo mengatakan, adanya kontrak politik yang ditandatangani para caleg terpilih dan para difabel itu harapannya memberi angin segar. Setidaknya, untuk lima tahun mendatang, ada rumusan kebijakan yang berpihak kepada mereka.
Isi dari kontrak politik tersebut di antaranya mengenai perjuangan aspirasi difabel Kulonprogo terkait jaminan kesehatan khusus bagi difabel, pendidikan dengan dibukanya kelas inklusi di setiap sekolah, dibangunnya ruang publik yang aksesibiltas, dan jaminan peluang kerja.
”Ini merupakan salah satu upaya kami para difabel untuk memperjuangkan hak-hak kami. Berharap caleg terpilih memiliki komitmen untuk benar-benar mendengarkan keluh kesah kami,” ujarnya disela acara Konsultasi Publik dengan Anggota DPRD Terpilih bertema Program Pendidikan Politik Untuk Meningkatkan Kekuatan Tawar Difabel dalam Pemilu 2009 di Gedung Kaca Pemkab Kulonprogo kemarin.
Para caleg terpilih yang hadir yakni Priyo Santosa, Sarkowi, Gunawan, dan Ponimin Budi Hartono (dari PAN), Sihabudin (PKB), Heri Sumardiyanta (Partai Gerindra), Sri Murdopo (PDIP), Suharmanto (PKS), dan Sumardi (PDK).
Sri Murdopo mengaku siap mengemban amanah yang diberikan para difabel di Galur, Kulonprogo. Termasuk menyuarakan perlunya anggaran bantuan alat-alat kesehatan untuk difabel. ”Saya juga sudah diminta untuk mencermati anggaran oleh para difabel. Agar kelak, mereka bisa menikmati hasil-hasil pembangunan,” kata caleg dari Dapil Galur-Lendah ini. (ila)

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.