|
Calon-Moderator Boleh Mobile KPU Tak Ubah Format Debat JAKARTA – Evaluasi debat pemilu presiden (pilpres) terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama tim kampanye pasangan capres. Namun, format debat tak tersentuh sama sekali. Evaluasi akhirnya hanya difokuskan pada perbaikan sisi teknis pelaksanaan debat. Anggota KPU I Gusti Putu Artha menyatakan, secara umum KPU bersama tim kampanye nasional merasa debat cawapres yang berlangsung Selasa (23/6) jauh lebih baik dibanding saat untuk capres. Karena itu, format debat tidak akan diubah. Namun, akan ada perubahan teknis demi menghidupkan suasana. ”Kesepakatannya, tidak ada perubahan format,” kata Putu setelah pertemuan dengan moderator dan perwakilan timkamnas di gedung KPU, Jakarta, kemarin (24/6). Putu menyatakan, sejumlah perubahan teknis akan muncul dalam debat pilpres selanjutnya. Salah satunya, upaya memberikan keleluasaan calon untuk berinteraksi dengan penonton. Tidak hanya dengan berdiri kaku di mimbar, calon diperbolehkan bergerak di sepanjang panggung. ”Calon boleh mobile, begitu pula dengan moderator,” katanya. Hanya, kesempatan bergerak itu bergantung pada luas panggung yang disediakan setiap stasiun televisi. Putu menambahkan, terdapat perubahan teknis lain, seperti pemanfaatan sisa waktu. Jika memungkinkan ada sisa waktu dalam paparan visi misi dan program, dapat diisi moderator untuk menambah pertanyaan baru lagi. Jadi, lanjut Putu, moderator tidak hanya mengajukan tiga pertanyaan seperti debat sebelumnya. Kemudian, kata Putu, setiap segmen dikelompokkan tersendiri. ”Dengan demikian, setiap segmen terlihat utuh, termasuk pendalaman, debat, diskusi, dan closing statement,” kata Putu. Dalam arti, porsi jeda iklan tetap berdurasi 30 menit, tidak dikurangi, hanya dipindah-pindah. Putu menyatakan, pertanyaan yang diajukan moderator juga dievaluasi. Pada debat cawapres yang terakhir, memang moderator mampu memancing suasana. Namun, pertanyaannya masih terlalu luas. ”Kami berharap pertanyaan besok (hari ini, Red) bisa lebih fokus. Ini supaya jawabannya juga fokus,” terang Putu. Sebagai informasi, debat pilpres berlanjut pada hari ini. Kali ini para calon presiden kembali diajak beradu visi dan misi. Tema debat capres hari ini adalah Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran. Debat yang dimoderatori pengamat ekonomi Indef Aviliani itu akan disiarkan langsung dari studio Metro TV. Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai, meski ada beberapa perubahan, secara umum format debat itu tak memberi gairah berarti. Lagi-lagi, debat berlangsung monoton dan mengambang. ”Kalaupun ada perubahan, hanya bersifat ornamen. Tata ruang yang diubah dan semacamnya,” kritiknya. Salah satu penyebab monotonnya pelaksanaan debat, menurut Ray, adalah tema yang masih terlalu luas. Selain itu, persoalan yang diajukan terlalu banyak. Akibatnya, perjalanan debat seperti melompat dari satu masalah ke masalah lain. ”Kedalamannya jadi hilang,” ujarnya. Apalagi, tambah dia, kehadiran iklan di sela-sela pelaksanaan debat juga cukup mengganggu. Catatan Lima menyebutkan, setidaknya ada 29 kali iklan niaga dan 17 iklan pasangan capres-cawapres, yang terdistribusi di sela pergantian 6 sesi yang ada. ”Sangat mengganggu, suasana yang mulai mengarah ke debat yang sesungguhnya tiba-tiba harus dipotong untuk penayangan iklan,” tandasnya. (jpnn)
|