Kamis, 29 Juli 2010
Tanya Jawab Antar Capres Tetap Dihapus

Tanya Jawab Antar Capres Tetap Dihapus

JAKARTA –  Semangat sejumlah kalangan agar antarcapres atau sesama cawapres bisa saling tanya tak bisa trealisir. KPU setelah rapat dengan ketiga tim sukses memutuskan tetap tak bisa menghadirkan intrektif yang bisa membuat para kandidat saling kritik secara terbuika itu.
KPU sebagai penyelenggara dan tim sukses tetap sepakat menggunakan format debat putaran pertama. Hanya saja, agar tetap berjalan dinamis dilakukan berbagai modifikasi.  ”Kami mengusulkan tanya jawab, namun tidak ada kesepakatan,” kata Indra Jaya Pilliang, juru bicara dan koordinator pencitraan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto, di sela-sela pertemuan KPU dengan tim kampanye nasional tiga pasangan calon di kantor KPU, Jakarta, kemarin (22/6).
  Indra mengatakan, format debat akan tetap merujuk pada debat pertama. Namun, dengan beberapa perubahan. Penyampaian visi dan misi misalkan, untuk debat Pilpres pertama setiap calon diberi waktu 10 menit. Untuk debat selanjutnya, penyampaian visi dan misi dipangkas jadi tujuh menit. ”Substansinya sekarang untuk memperdalam sesi tanya jawab moderator dengan calon,” kata Indra.
      Poin lain adalah penyampaian pertanyaan dari moderator. Indra menyatakan, setelah ada jawaban dari calon, tidak akan lagi ada pertanyaan moderator yang meminta tanggapan setuju atau tidak setuju. Pertanyaannya kali ini akan diganti dengan meminta tanggapan calon lain untuk mendebat jawaban calon lain.
”Masalah setuju atau tidak setuju, itu tidak menarik. Sebaliknya, meminta tanggapan calon lain untuk mendebat bisa memicu kedalaman jawaban dari calon,” terangnya.
      Indra mengakui, pada debat Pilpres pertama lalu, masing-masing calon tidak maksimal dalam menyampaikan jawaban. Mereka telah menunjukkan posisi sebagai seorang kepala pemerintahan. Namun, juga belum bisa menunjukkan sebagai kepala negara. ”Karena itu, moderator harus bisa masuk ke dalam perdebatan untuk memancing jawaban selanjutnya dari calon,” lanjut Indra.
     Di tempat yang sama, Sekretaris tim kampanye SBY-Boediono Marzuki Alie menyatakan, perubahan lain adalah terkait seting debat. Tidak akan ada lagi host atau pembawa acara dalam debat. Debat akan dipimpin langsung oleh moderator. ”Ini demi menghilangkan kesan bahwa debat seperti halnya acara kontes,” kata Marzuki.
      Menanggapi tetap tidak adanya tanya jawab antar capres, Marzuki menyatakan, yang harus dipahami dalam debat adalah untuk menjawab permasalahan bangsa. Menurut dia, debat Pilpres bukanlah kampanye. Jadi yang harus dijawab adalah benar-benar program nyata yang akan dijalankan oleh masing-masing calon nantinya. ”Ini supaya agenda setiap calon menjadi jelas,” jawabnya.
      Perwakilan tim kampanye Mega-Prabowo, Abdul Haris Bobihoe, menambahkan, perubahan format dalam debat memang dirasa perlu. Alasannya, debat pertama lalu masih belum maksimal dalam menggali visi misi dan program calon. Sebagai tambahan, untuk posisi setiap calon nanti akan disetting supaya berhadapan. ”Kami siap, dengan berhadapan bisa lebih jelas konsep debatnya,” katanya.
Anggota KPU Endang Sulastri membenarkan adanya sejumlah perubahan itu. Yang paling mencolok nanti adalah perubahan setting posisi para calon. Dia menggambarkan, tiga calon akan ditempatkan dalam posisi setengah melingkar. ”Yang utama di sini adalah, bagaimana dengan posisi itu media yang menyiarkan bisa memberi porsi yang seimbang,” terangnya.
      Sebagai informasi, debat Pilpres kedua akan berlanjut hari ini (23/6). Untuk yang kedua, debat akan mengambil tema kemandirian dan jati diri bangsa malam. Kali ini, debat yang disiarkan langsung oleh SCTV itu akan menghadirkan tiga cawapres. Debat tersebut akan dimoderatori oleh rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat. (jpnn)

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.