|
JOGJA – Panggung Gedung Societet di kompleks Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Rabu (7/7) malam lalu disulap menjadi sebuah ‘gudang’ dengan banyak kotak kayu bertebaran. Di tengahnya, sebuah keyboard dimaiinkan oleh seniman serba bisa Jogja, Hadi Soesanto, pada konser elektone tunggalnya yang bertajuk Mono Concert Mini Cabaret.
Tanpa banyak kata, Hadi pun langsung melantukan musik pada penyanyinya yang pertama, Tiara Yantika dengan lagu Pelan-Pelan Saja. Di belakangnya, para penari dari Mamuk Rahmadona, menari sesuai dengan lagu tersebut. Disambung dengan lagu My Heart Will Go On, lagu yang dinyanyikan oleh Celine Dion ini, dalam konser ini dilantunkan dengan tak kalah merdu oleh Eni Rosita. Tak ketinggalan penari dari Mamuk Rahmadona pun mengiringi. Usai lagu My Heart Will Go On, Hadi yang mengenakan kostum khasnya ‘Hasoe’, topi dan baju biru yang lebar, segera berganti kostum. Pembawa acara yang terdiri dari Lusy Laksita, Anang Batas dan Eko Bebek pun mengambil alih panggung. Guyonan yang sedikit garing dari mereka, cukup untuk menanti Hadi tampil kembali ke atas panggung. Kemudian Hadi kembali ke atas panggung dengan kostum Miss Johannesburg, dengan rambut palsu kribo dan baju seksi. Namun ia tak sendiria, Jemek Supardi hadir dengan mengendarai motornya. Muncullah Endah Saraswati yang melantunkan lagu C.I.N.T.A. Jemek pun berpantomim seolah ia menjadi kekasih Endah di atas panggung. Tak lupa Jemek membawakan bunga untuk Endah. Meski berjudul konser tunggal, namun Hadi dibantu oleh para penyanyi yang sudah tidak asing lagi di panggung hiburan Jogja. Mereka adalah Deasy Natalee, Eni Rosita, Endah Sarawati, Etha Siregar, Hana Maria, Rini Widyastuti, Susi Laura, Sonny Klau, Tiara Yantika. Mereka secara eksklusif menyanyikan sebuah lagu yang diiringi keyboard Hadi Soesanto. Meski terkesan eksklusif, konser ini tampak dekat dengan penonton. Sebagian penonton yang mengenal Hadi atau biasa disebut Hadi Soesanto Sarjana Elektone banyak yang menyeletuk pada Hadi, apalagi ketika Hadi melakukan aksi yang sedikit nyentrik. Misalnya ketika Hadi menggaruk-garuk pantat. Kostum Hadi yang ketiga adalah oleh-oleh dari Johannesburg, ia namai Miss Duban, dengan topi yang di atasnya ada bola. Maklum baru-baru ini ia sempat menyaksikan piala dunia 2010 langsung di Johannesburg. Tak lupa, Hadi membawa beberapa karya lukisnya untuk ditampilkan di atas panggung. “Sisan dodolan yo, Had?” celetuk salah satu penonton yang disambut tawa penonton lain. Lagu terakhir yang dimainkan Hadi adalah Cinta Tak Terpisahkan yang dinyanyikan oleh Susi Laura dengan penampilan uniknya. Di waktu dan tempat yang sama, Susi menjadi penyanyi laki-laki dan juga perempuan. Penampilan Susi yang direncanakan penampil terakhir, namun karena para penonton meminta Hadi memainkan lagu lagi, maka beberapa penyanyi pun memenuhi permintaan penonton. Konser Hadi pada malam hari itu sangat menghibur penonton. Apalagi beberapa orang dari mereka adalah peserta Festival Monolog yang diselenggarakan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XXII yang tengah menanti pengumuman kejuaraan. (isa) |