|
[Jumat, 04 September 2009] Berubahnya image jamur dari makanan yang beracun menjadi makanan sehat, membuat jamur dicari di pasaran. Karena kebutuhannya yang semakin meningkat seiring dengan permintaan pasar memunculkan inisiatif untuk membudidayakan jamur konsumsi.
Dalam sejarah pembudidayakan jamur konsumsi , Prancis boleh dikatakan sebagai pionir atau pelopornya, dari Prancis, budi daya jamur menyebar ke beberapa negara di Eropa seperti Inggris, Jerman, Hongaria, Denmark, dan bahkan ke Amerika Serikat. Di Indonesia,budi daya jamur konsumsi, dimulai sekitar tahun 1969 oleh sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang agrobisnis. Menurut data yang dibuat BPS (Badan Pusat Statistik), konsumsi sayur masyarakat Indonesia pada tahun 2002 tercatat sebesar 30,8 kg/kapita/tahun. Badan kesehatan dunia (FAO) menyatakan bahwa jumlah konsumsi sayuran untuk memenuhi standar kesehatan adalah sebesar 65 kg/kapita/tahun. Dari kedua data tersebut terlihat bahwa konsumsi sayur masyarakat Indonesia belum separuhnya dari rekomendasi FAO. Kondisi inilah yang menjadikan peluang usaha jamur konsumsi di dalam negeri masih sangat terbuka lebar. Seperti yang dilakukan oleh Ratidjo (65 th), yang mulai memproduksi bibit jamur dari tahun 1997 dan mendidik petani-petani untuk membudidayakan jamur untuk memenuhi kebutuhan pasar akan jamur yang kemudian disebut dengan plasma. Karena melimpahnya hasil jamur membuat para petani ini dipermainkan oleh pasar sehingga membuat harga jamur turun. Oleh karena itu Ratidjo mulai mensosialisasikan makan jamur dengan mendirikan sebuah rumah makan yang diberi nama jeJamuran di daerah Niron, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta pada tahun 2006. Kebutuhan per hari jamur untuk rumah makan sebesar 200-250 kg ini tercukupi dari plasma. Di rumah makan ini tersedia berbagai jenis makanan berbahan dasar jamur yang ditawarkan di rumah makan jeJamuran ini. Karena sudah bertahun-tahun berkutat dengan jamur, resep-resepnya murni hasil kreasi dari menu masakan sehari-hari sang istri. Mulai dari rendang jamur kancing, tongseng jamur merang, sate jamur tiram putih dll. Dengan dibantu 65 orang karyawan di rumah makan Ratidjo membuat variasi jenis makanan berbahan dasar jamur. Di lahan pribadinya ini Ratidjo sudah membibitkan 20 jenis jamur bahkan ada yang bibitnya didatangkan langsung dari Eropa dan Amerika dengan dibantu 35 orang karyawannya. Masing-masing jamur mempunyai habitat dan perlakuan yang harus berbeda pula.Jamur-jamur ini harus berada pada suhu 32 Seperti jenis jamur Kinoki yang biasanya tumbuh di Korea pada musim salju harus dikembangbiakkan pada suhu 12°C. Jenis jamur yang paling sulit dikembangbiakkan adalah jamur Maitake, karena kelembapan, suhu, dan temperaturnya harus match. ”Jamur maitake harganya bisa mencapai 1 juta/kg-nya, karena untuk obat, ” ujar Pria yang memulai kariernya di perkebunan jamur di daerah Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah ini ketika ditemui di rumahnya. Di sini juga tersedia laboratorium khusus untuk membuat indukan jamur yang bermutu tinggi. Indukan ini dikembangbiakkan melalui kultur jaringan spora. Media tanam yang digunakan untuk semua jenis jamur sama yaitu serbuk gergaji kayu. “Sebetulnya serbuk gergaji yang paling pas adalah serbuk gergaji kayu karet tetapi karena kesulitan, diganti dengan serbuk gergaji sengon,” imbuhnya. Teknik penanaman jamur ini tidak sulit, serbuk gergaji dicampur dengan bekatul dan kapur kemudian dibasahi dan dimasukkan ke plastik untuk kemudian dikukus dengan suhu antara 80°-100° selama 8 jam. “Hal ini bertujuan agar semua steril dan jamur yang tidak diinginkan tidak tumbuh,” tambah lelaki berpawakan besar ini.. Banyak juga jenis jamur yang beracun, untuk dapat membedakan jamur layak konsumsi atau tidak dapat dilakukan uji coba dengan memotong jamur menggunakan pisau stainless steel jika batangnya berwarna biru maka jamur tersebut tidak layak konsumsi. Untuk jamur Tiram masa panennya selama 3-4 bulan per 1 periode, jika jamur Merang hanya membutuhkan waktu 10 hari untuk siap panen. Ada juga jenis jamur Remella Inoki yang bibitnya berasal dari Eropa dan membutuhkan waktu panen selama 1 bulan.(***) |