Jumat, 12 Maret 2010
Jalan-Jalan Kunjungi Wisata Belanja dan Kuliner

[Senin, 6 Juli 2009]

Jalan-Jalan Kunjungi Wisata Belanja dan Kuliner

JOGJA – Terik matahari siang kemarin (5/7), tak membuat aktivitas di Pasar Beringharjo mengendur

. Bahkan, pasar tertua di DIJ itu terlihat padat dan penuh sesak oleh pengunjung, yang tengah menghabiskan hari libur. Entah untuk sekedar berbelanja keperluan sehari-hari maupun jalan-jalan bersama anak.
Liburan sekolah juga masih panjang. Tak heran jika pengunjung yang datang bukan hanya dari kalangan orang tua, tapi juga remaja. Baik dari luar kota maupun dari dalam Kota Jogja.
Kios pedagang pecel yang berada di depan pintu masuk pasar, dipenuhi pengunjung yang sekadar duduk untuk melepas letih sembari mencicipi makanan berbungkus daun pisang itu. Seperti Hadi yang tengah melepas rasa lapar dan dahaga di kios pecel milik Bu Sri.
Bersama anak dan istrinya, Hadi melahap makanan yang khas dengan sambal kacang itu. Menurut hadi, hari libur ini dia gunakan untuk jalan-jalan bersama keluarganya setelah Sabtu (4/7) lalu dia sempat dipusingkan dengan pendaftaran sekolah anak pertamanya. ’’Ya, ini untuk refreshing anak saya, karena kemarin dia sempat stress dengan nilainya yang terlempar sana-sini,’’ imbuhnya.
Tak hanya Hadi dan keluarga yang menghabiskan waktu di Pasar Beringharjo. Ana, ibu rumah tangga asal Mungkid berbelanja keperluan toko aksesoris dan pakaian. Kedua tangannya menjinjing tas penuh belanjaan. Ditemani adiknya, dia berangkat dari kota kecil di Magelang berkendara sepeda motor mulai jam delapan pagi. ’’Kulakannya di Jogja Mbak, soalnya murah,’’ kata perempuan bertumbuh kecil ini saat sedang meletakkan barang belanjaannya di atas motor.
Seorang ibu tampak kelelahan setelah keluar dari kerumunan orang yang berjubel di ambang pintu masuk pasar. Sekumpulan remaja dari Solo pun tak mau kalah meramaikan pasar yang dikenal dengan pasar batik ini. Dengan menggunakan kereta Prameks, Andi dan teman-temannya berwisata ke kota gudeg ini. Tujuannya tak lain adalah Malioboro.
Remaja sekolah menengah atas ini menikmati libur panjangnya dengan berjalan-jalan di Kota Jogja. Puas berjalan-jalan menikmati Malioboro, tujuan mereka selanjutnya ke pusat oleh-oleh Jogja.
Tak hanya Beringharjo, emperan toko sepanjang Malioboro juga penuh sesak para wisatawan. Kios-kios sepanjang emperan yang banyak dipadati adalah kios aksesoris dan segala pernik khas Jogja. Seperti kios di sudut toko Batik Margaria milik Sukardi ini tengah dipadati sekumpulan ABG (anak baru gede) asal Godean yang tengah tawar menawar dengan penjualnya.
Salah satu di antaranya, Dedi, menuturkan, dia bersama teman-temannya berangkat beramai-ramai naik bus. ’’Ke sini mau beli jaket sama liat-liat aksesoris,’’ ujar siswa kelas dua ini.
Teriknya panas tak membuat semangat anak-anak itu patah arang. Kios demi kios mereka datangi. Mata mereka terus mencari barang yang mereka cari. Satu demi satu toko mereka masuki, panas dan letih sepertinya tak mereka rasakan. ’’Kalau belum ada yang cocok, ya, belum kerasa capek. Habis mahal juga, kalau nggak bisa nawar nanti ongkos pulangnya kurang,’’ tambah Dedi.
Keramaian selama liburan kemarin juga terlihat di beberapa objek wisata, seperti Keraton dan Tamansari. Di lokasi bekas keputren tersebut, sejumlah wisatawan lokal dan mancanegara mengunjungi kawasan wisata cagar budaya tersebut.
Bahkan, puluhan remaja berseragam pramuka dari SMPN 3 Galuh, Kulonprogo terlihat berjalan-jalan di kawasan wisata Pulau Cemeti, yang masih dalam kompleks Tamansari. Mereka tengah melakukan jelajah wisata dengan berjalan kaki sebagai bagian dari perkemahan tahunan sekolah tersebut.
Pusat-pusat oleh-oleh di Jogja pun tak luput dari jujugan para wisatawan. Seperti terlihat di daerah Patuk dan Jalan KS Tubun. Beberapa toko penjual oleh-oleh khas Jogja diserbu pembeli yang kebanyakan dari luar kota. Tak ayal, jalan KS Tubun yang sempit sempat macet. Apalagi, bus-bus pariwisata berukuran besar juga masuk ke jalan ini.
’’Mestinya, jalan ini dibikin satu arah saja. Kalau liburan seperti ini kan macet, kendaraan susah bergerak,’’ celetuk Koko, seorang wisatawan dari Purwokerto.
Ya, liburan memang hari-hari Jogja lebih ramai dan padat oleh kunjungan wisatawan dari luar kota dan mancanegara. Para pelaku ekonomi, besar maupun kecil pun ikut menangguk untung dari kedatangan wisatawan ini. (m3)

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.