Jumat, 12 Maret 2010
Peduli Lingkungan, Cabut Paku dari Pohon
JOGJA - Hajatan pemilu tidak hanya menyisakan masalah sampah spanduk parpol dan caleg yang tersimpan sia-sia di gudang-gudang dinas ketertiban. Yang mengenaskan, banyak pohon yang juga menjadi korban karena dipaku untuk tempat pemasangan atribut dan alat peraga kampanye.
Ironisnya, usai masa kampanye banyak pohon yang tetap merana. Tumbuhan itu menjadi ”terluka”, arena tidak dibersihkan lagi. Sehingga, banyak paku-paku yang tetap menancap di tubuhnya. Dan seandainya pohon bisa ngomong, tentu dia akan protes kepada manusia.
Seorang anak, sebut saja Akhtar, 5, tiba-tiba berkata kepada ibunya saat menanti datangnya di halte bus Kusumanegara. ‘’Kasihan pohon-pohon itu kalau paku-pakunya tidak dicabut. Dia kan bisa mati. Mendengar itu, si ibu yang berdiri di sampingnya hanya bisa mengiyakan.
Berangkat dari keprihatinan soal itu, sekelompok orang yang tergabung dalam Forum Humas (FH) BUMN menggelar aksi sosial berupa Cabut Paku. Aksi ini dilakukan dengan cara mencabuti paku-paku yang menancap di pohon-pohon yang ada di sejumlah kawasan di Kota Jogja. Selain anggota FH BUMN perwakilan dari 141 BUMN, aksi ini juga mendapatkan dukungan dari sejumlah elemen pemuda, dan perwakilan sekolah.
Dalam aksinya kemarin, mereka melakukan aksi cabut paku mulai Jalan Kusumanegara sampai perempatan Kantor Pos Besar. Kegiatan ini, kata Koordinator Sektor Agroindustri FH BUMN Budi Perbawa Aji, sebagai rangkaian kegiatan Rapat Tahunan II FH BUMN yang digelar di Jogja 17-19 April.
‘’Mungkin orang menganggap aksi ini tidak bermakna. Tapi bagi kami, ini bagian dari kegiatan kepedulian kami terhadap lingkungan. Pohon-pohon ini bisa mati hanya karena paku,” terang PR Manager PT Rajawali Nusantara Indonesia itu. Aksi peduli lingkungan lainnya adalah program penanaman sejuta pohon.
Dalam aksinya, para peserta sambil membawa tang dan alat pencabut paku membersihkan pohon-pohon di sepanjang rute yang dilalui. Pohon-pohon besar di sepanjang Jalan Kusumanegara, Jalan Sultan Agung hingga Jalan Senopati menjadi sasarannya. ‘’Mudah-mudahan kegiatan ini akan berlanjut dan gayung bersambut dari pihak lain,” tambah Budi.
Lantaran memang relatif ”unik” dan peduli kebersihan lingkungan, tak sedikit dari pengguna jalan menyambut positif prakarsa kegiatan ini. ‘’Saya kira ini juga demi keindahan juga. Masa pohon-pohon tidak pernah bersih dari spanduk, baliho, leaflet,” ujar Abdurrahman, seorang warga di Pakualaman. (din)
 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.