Berita Hari Ini
 ...
|
 ...
|
 ...
|
|
...
|
.jpg) ...
|
 ...
|
 ...
|
 ...
|
 ...
|
 ...
|
|
...
|
|
|
|
Metropolis
|
Dewan Panggil Sri Purnomo *Terkait Sambang Desa yang Disinyalir Ada Penyelewengan
SLEMAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman, Selasa (16/2) hari ini, berencana mengundang Sri Purnomo terkait kegiatan sambang desa yang dilakoninya bersama jajaran eksekutif hampir seminggu sekali. Dewan mensinyalir ada kejanggalan soal anggaran dalam kegiatan sambaing desa ini. Sebab, hingga kemarin (15/2) APBD Sleman belum cair. Apalagi kegiatan itu juga tidak tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bagian Pemerintahan Desa Setda Sleman. Tak hanya itu, dewan juga menuding Sri Purnomo selaku plt bupati lebih mengutamakan kegiatan sambang desa, dibanding melayani masyarakat. Itu dibuktikan belum turunnya empat peraturan daerah (perda) yang ada di meja kerjanya. “Kami akan telusuri. Kira-kira ada potensi pelanggaran anggaran atau tidak. Atau soal dugaan penyalahgunaan kewenangannya,” kata Anggota Badang Anggaran DPRD Sleman Huda Tri Yudiana, kemarin (15/2). Huda mengatakan, setiap kegiatan yang diprogramkan oleh pemerintah harus tercatat, minimal pada Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). Lebih disesalkan oleh Huda, saking sibuknya Sri Purnomo sambang desa, sedikitnya empat perda desa yang telah ditetapkan dewan belum diundangkan. Soal dugaan penyalahgunaan kewenangan, terang Huda, terkait waktu pelaksanaan sambang desa pada jam efektif. “Kalau itu kegiatan pribadi dan pakai dana pribadi, ya jangan dilakukan pada jam kerja dong,” ingat Huda yang juga anggota Komisi D yang membidangi kesra ini. Keseriusan dewan menelusuri sambang desa, bukan gertak sambal. Itu menyusul keterangan dari bagian pemdes, dinas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah (DPKKD), dan bagian hukum yang diundang dewan beberapa waktu lalu belum menuai hasil signifikan. Kali ini, selain Sri Purnomo, dewan juga memanggil Sekda Sutrisno, Asek I Setyo Budhi, Asek II Sunartono, Asek III Joko Handoyo, bagian tata pemerintahan, hingga perwakilan camat. “Dari pertemuan ini kami akan ungkap apa dan bagaimana sambang desa digerakkan. Kami akan selidiki apa ada kesalahan administrasi anggaran, atau sebatas pelanggaran jam kerja PNS. Tunggu sikap dewan nanti,” tandas politisi PKS itu. Ketua Fraksi Golkar Ismi Sutarti menambahkan, jika penelusuran dewan menemukan penyimpangan dalam kegiatan eksekutif dan plt buapti selaku incumbent calon bupati, maka dewa akan mengambil tindakan tegas. “Nanti kita sama-sama mendengar penjelasan Sri Purnomo seperti apa,” ujarnya. Sementara itu Kabag Hukum Setda Sleman Hery Dwikuryanto menerangkan, empat perda yang dimaksud oleh dewan sebenarnya sudah ditandatangani oleh Sri Purnomo. “Itu prosesnya sudah lama kok. Setelah ditetapkan dewan langsung kami naikkan ke meja bupati,” katanya. Perda-perda tersebut antara lain, perda tata cara pengangkatan kabag, kaur, perda peraturan desa, pendapatan desa, dan kelembagaan desa. Menurut Hery, empat perda tersebut sudah ditandatangani dan diundangkan.(yog)
|
|
|
Empat Korban Ditemukan Tewas Ditemukan Terpisah, Petugas Sebar Jaring Eret BANTUL – Setelah melakukan pencarian selama berjam-jam, Tim Sar Pantai Parangtritis Bantul dengan dibantu Basarnas DIJ-Jateng akhirnya menemukan empat korban dari tujuh korban laka laut yang terseret ombak di Pantai Parangtritis Minggu sore kemarin (14/2). Tiga korban yang ditemukan dalam keadaan terapung kondisi tewas itu antara lain Anugrah, Dede Rian, Anggi Sugianto dan Aditiya Rahmat.
Sekretaris tim sar Pantai Parangtritis, Taufik M. Faqi menjelaskan korban tewas Anugerah ditemukan dalam kondisi terapung oleeh tim sar sekitar pukul 05.45, tepatnya di bibir pantai Parongan sebelah Timur Pos Tim Sara tau 500 meter dari TKP, sedangkan korban Dede Rian juga telah ditemukan sekitar pukul 06.33 di Parongan. Korban yang ketiga yang berhasil ditemukan adalah Anggi Sugiarto sekitar pukul 13.00, tepatnya di 300 meter dari bibir pantai Parangkusumo atau sebelah Barat pos Tim Sar. Sementara korban Aditiya Rahmat ditemukan mengapung dilokasi semua mereka berenang sekitar pukul 15.00.
“Sampai pukul 19.00 ini, korban yang ditemukan Tim Sar sebanyak empat orang, tiga korban diantaranya masih dalam proses pencarian tim sar. Dalam pencarian ini kami juga dibantu Basarnas DIJ-Jateng yang berjumlah sembilan orang,” kata Taufik saat ditemui Radar Jogja di Pos Tim Sar, Senin kemarin (15/2).
Setelah tim sar berhasil menemukan para korban, selanjutnya korban langsung dievakuasi dengan menggunakan perahu karet untuk dibawa ke daratan. Setelah sampai didaratan pantai, korban langsung dimasukkan ke Ambulan kemudian dibawa ke Pos Tim Sar untuk diidentifikasi pihak kepolisian Polres Bantul dengan didampingi tim medis Puskesmas Kretek. Sayangnya, dokter puskesmas Kretek yang bertugas mengindentifikasi lamban turun kelapangan untuk identifikasi. Dokter yang saling lempar tanggungjawab antar sesame dokter ini membuat tim sar kelabakan lantaran dokter menyulitkan dan menghambat identifikasi korban.
Ketika jenazah Anggi bibawa di pos tim sar, para guru serta keluarga korban laka laut pun langsung berebut melihat kondisi jenazah. Para guru dan keluarga korban terlihat menangis ketika melihat ada korban yang berhasil ditemukan dan dibawa ke pos tim sar. Untuk memastikan siapa nama korban yang ditemukan, guru dan keluarga korbam oleh tim sar diminta melihat dan meneliti siapa korban yang ditemukan.
“Ya, benar ini si Anggi Sugiantoro,” kata Hanif, salah seorang guru pendamping ketika dimintai memastikan siapa korban yang ditemukan sambil meneteskan air mata.
Setelah tim identifikas dan tim medis mengidentifikasi para korban, jenazah selanjutnya dibawa ke Asrama Pelajar-Mahasiswa Kujang yang ada di Banciro, Gondokusuman, Kota Jogja. Di arama itulah, ketiga jenazah dimandikan dan dikafani kemudian disalatkan. “Setelah dimandikan da dikafani, jenazah langsung dibawa ke Kuningan dengan menggunakan ambulan PMI,” papar Taufik. Sementara itu pencarian terhadap para korban, masih berlangsung hingga tadi malam. Pencarian tadi malam difokuskan di pinggir pantai karena air sedang pasang. Dalam pencarian ini Tim Sar menggunakan kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan senter. “Untuk pencarian di tengah laut dihentikan tadi sore pukul 17.00 WIT karena memasuki hari yang gelap. Pencarian dilanjutkan di bibir pantai hingga malam ini,” kata Taufik. Sementara itu, para keluarga korban sebagian masih menginap di Pantai Parangtritis untuk menunggu perkembangan pencarian. Mereka berharap, angota keluragnya yang hilang bisa ditemukan, meskipun kondisinya sudah meninggal.(mar)
Sekolah Bertanggungjawab dan Janji Beri Santunan Acun Suparno, paman dari korban Anggi Sugiarto mengaku mendapat informasi keponakannya terseret ombak di Pantai Parangtritis Bantul DIJ dari pihak keluarga Anggi yang ada di Kuningan. Setelah mendapat kabar, Acung yang tinggal di Purbalingga pun langsung berangkat ke Pantai Parangtritis untuk memastikan keponakannya Anggi.
“Saya diminta orangtua Anggi untuk memastikan kondisi Anggi, saya berangkat dari Purbalingga Minggu malam sekitar pukul 22.00,” kata Acun.
Setelah tiba di Pantai Parangtritis, Acun langsung menuju pos tim sar untuk mencari informasi dari petugas terkait dengan korban laka laut pelajar asal Kuningan. Pagi hari ada dua korban yang ditemukan, diantaranya bukan Anggi.
“Tapi, baru tadi itu benar Anggi. Ciri-ciri itu terlihat dari wajahnya yang mirip dengan bapaknya,” terang Acun.
Sementara itu, Kepala sekolah MTs AR Rasyid Darma Kuningan, Jawa Barat, Herry Purnama meminta kepada orang tua korban dan keluarga tabah dalam menghadapi musibah yang dialami keluarga besar MTs AR Rasyid Darma. Sebagai kepala sekolah, Herry mengaku bertanggungjawab atas musibah yang dialami anak didiknya. Sebagai bentuk tanggungjawab, yayasan akan memberikan santunan kepada keluarga.
“Sebagai kepala sekolah yang mengijinkan mereka untuk berlibuar, saya akan bertanggungjawab atas musibah ini. Kami mohon keluarga korban tambah dalam menghadapi musibah ini,” kata Herry yang terlihat shock atas musibah yang dialami anak didiknya.
Seperti diberitakan Senin kemarin (15/2), ratusan siswa dan guru MTs AR Rasyid Darma Kuningan, Jawa Barat berlibur ke Pantai Parangtritis. 20 siswa terseret ombak ketika berenang di Pantai Parangtritis sekitar pukul 15.30, 13 siswa diantaranya berhasil diselamatkan dan tujuh orang dinyatakan hilang terbawa arus. (mar)
|
|
Pelatihan IT UKMK Terkendala
JOGJA - Dana pengembangan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) khususnya bidang Informasi Teknologi (IT) mengalami pengurangan. Plt Kepala Balai Pelayanan Bisnis Disperindagkop DIJ Suryo Purnomo mengakui pengurangan anggaran tersebut dengan alasan efisiensi dan efektifitas. “Kalau melihat jumlah UKMK yang ada di Jogjakarta sangat tidak sepadan. Justru yang belum tersentuh sampai sekarang masih lebih banyak dibandingkan yang sudah dibantu oleh kami,” papar Suryo kemarin. Akibat berkurangnya dana pengembangan tersebut, pihaknya harus lebih berhemat dan melakukan perhitungan dengan cermat. Demikian pula program yang dipilih juga banyak dikurangi. “Misalnya program pembinaan dan pengembangan industri kreatif pada tahun lalu bisa mencapai Rp 132 juta. Tahun ini justru hanya di kisaran Rp 71,686 juta,” katanya. Demikian pula untuk pelatihan IT tersebut, anggaran untuk melatih 100 orang pemula hanya sebesar Rp 68 juta. Sedangkan untuk pengelolaan Jogja Bisnis sebesar Rp 24,646 juta, dan untuk layanan SIOT (sistem informasi operasional dan transaksi) bagi 30 UKMK sebesar Rp 8 juta. “Sedikit mengalami kendala pengembangann UMKM mengingat dana yang kita miliki sangat terbatas,” imbuhnya. Kepala Seksi Penyiapan Informasi Balai Pelayanan Bisnis Ir Guntur Wahyu Anggoro MM mengungkapkan keterbatasan yang sama terkait dengan dana pengembangan UMKM. Pada tahun 2009 lalu, pihaknya baru memberikan pelatihan bagi 30 UKMK terkait bidang teknologi informasi yang diadakan pihaknya. Itupun baru dilakukan sebanyak tiga kali. “Bila dibandingkan dengan jumlah UMKM di Jogjakarta, jumlah pelatihan bagi UMKM belum seberapa, mengingat jumlah UMKM sangat banyak. Bisa dibayangkan untuk industri saja ada sekitar 70 ribu lebih di Jogja. Belum lagi sektor lain, seperti perdagangan,” papar Guntur. Guntur mengakui bahwa awalnya ia menargetkan bisa memberi pelatihan IT pada 1.000 UMKM. Keyakinan tersebut berpijak dari anggapan setiap tahun, anggaran untuk mereka ditingkatkan. Tapi belakangan, pihaknya sedikit pesimis bisa mencapai jumlah yang diinginkan. Di luar anggaran, ada kendala lain yang juga muncul. Seperti pelaku UMKM banyak yang belum menyadari pentingnya pemanfaatan IT untuk mendukung industri yang mereka jalankan. Padahal, adanya penguasaan IT, pelaku UMKM bisa memudahkan akses mereka dalam memasarkan di pasar global. “Termasuk mereka bisa menguasai mengnai SIOT atau sistem informasi operasional dan transaksi. SIOT merupakan software berbasis online yang membantu Industri kecil menengah dan koperasi berhubungan dengan buyer dan masyarakat umum," paparnya. Adanya SIOT, pelaku UMKM diharapkan bisa mempromosikan produk, pengelolaan bisnis dan pengelolaan transaksi bisnis UKMK secara online. Hingga sekarang, yang sudah bergabung memanfaatkan SIOT baru 2.800 profil usaha.(hes) |
|
Nung Diduga Lari Ke Rumah Sang Pacar BANTUL – Tri Nurhayati alias Nung, 20, warga Dusun Krajan, Desa Poncosari, Srandakan, Bantul yang diduga dilarikan temannya facebooker sampai Senin sore (15/2) kemarin belum kunjung ditemukan. Wakapolres Bantul Kompol Frenky Yusandi S.IK mengatakan setelah mendapat laporan dari orangtua korban, Polres Bantul langsung membentuk tim untuk melakukan pencarian. Tim yang diambilkan dari Reskrim tersebut sudah mendatangi rumah orang korban untuk menggali informasi terkait korban.
“Kami sudah bentuk tim untuk melakukan pencarian,’ kata Frenky kepada wartawan, Senin kemarin (15/2).
Frenky menambahkan berdasarkan keterangan yang didapat petugas dari orang tua korban dan pemilik warnet tempat korban bekerja menyebutkan sebelum pulang kerja, korban sempat menelepon ibunya. Kepada sang ibu, korban mengaku pamitan mau ke rumah pacarnya yang tinggal di Kulonprogo. Sedangkan keterangan dari pemilik warnet, korban saat pulang kerja menuju arah utara bukan ke selatan. Padahal, rumah korban berada di selatan.
“Ada kemungkinan, korban ini lari dari rumah ke rumah pacarnya di Kulonprogo. Karena itu kami berkoodinasi dengan Polres Kulonprogo untuk melakukan mencair korban dirumah pacarnya di Kulonprogo,” jelas Frenky.
Dengan adanya kejadian ini, Frenky meminta kepada para orangtua untuk selalu mengawasi putra-putrinya. Menanggapi banyaknya remaja yang menginggalkan rumah untuk menemui teman sesama facebooker, kepolisian Polres Bantul berencana merazia warnet-warnet di Bantul untuk mencegaha hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita akan tinjau warnet-warnet, apakah ada anak remaja atau anak kecil yang bermain facebook di warnet terutama pada saat jam sekolah dan jam belajar. Sebab, berdasarkan informasi pada saat jam sekolah da jam belajar banyak anak-anak SD yang berada di warnet,” tegas Frenky. (mar) |
 [Sabtu, 07 November 2009]BANTUL – Pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) Bantul masih cukup lama, sekitar tujuh bulan lagi tepatnya 23 Mei mendatang. Seiring mendekati pilbup, dua bulan terakhir sejumlah nama tokoh s… |
|
Read more...
|
 [Sabtu, 07 November 2009]BANTUL – Pasca pengakuan Unesco atas batik warisan budaya tak benda, kalangan pengrajin batik di Dusun Wukirsari Imogiri Bantul kebanjiran order. Tak tanggung-tanggung, pemesanan kain batik di se… |
|
Read more...
|
|
|
More Articles...
-
Kejati Ajukan Izin ke Gubernur
-
UMP 2010 Diputuskan Rp 754.694
-
Sopir Taksi Rajawali, Minta Perlindungan Muhaimin
-
Kantor DPRD Rawan Pencuri
-
Pas Panen Raya, Pas Harga Naik
-
Empat Ditolak, Tiga Kompromi
-
Dukung Palestina, Kecam Israel
-
Denny Didesak Mundur Staf Presiden
-
Beringin Tumbang, Dua Mobil Peang
-
Masih Ada Pungutan Sekolah Di Sleman
-
Turun Hujan, Ribuan Ikan Mati
-
Cari Rumput, Dikejutkan Orok Bayi
-
Asyiknya Belajar Membuat Roket Air
-
Rektor UII Dituntut Mundur
-
Bupati Bantul Terseret Kasus LOS
-
Belasan Jukir Dikenai Sanksi Tipiring
-
Surat Untuk Rektor UGM
-
DPRD Beri Perlindungan Hukum PPLP
-
Tunggu RUUK, Pasal Panwas Pilgub Didrop
-
Jogja, Masuk 6 Besar Pengunjung Situs BSE
-
Mahasiswa Lanjutkan Demo Tolak Portal UGM
-
Anglingkusumo Bakal Gelar Jumenengan PA IX
-
HB X Berbeda Pendapat dengan DPD Golkar DIJ
-
Akan Bangun 4 Shelter di Padang
-
Permintaan Gas Elpiji Ukuran 3 Kg Meningkat
-
Modal Rp 200 Ribu, Omzet Rp 40 Juta per Bulan
-
Mengaku Sakit, Ibnu Menolak Diperiksa
-
GTT Desak Ubah PP 48/2005
-
Pilkada DIJ Kemungkinan Gunakan DPT Pilpres
-
Kembangkan OVOP di Kota Jogja
|
|
|