Jumat, 24 Mei 2013
Pamerkan Makanan sebagai Produk Budaya
Tuesday, 18 December 2012 14:15

JOGJA - Museum Anak Kolong Tangga menggelar pameran pendidikan dan budaya bertema Food Culture; You Cook, I Eat. Pameran di TBY berlangsung hingga Rabu (26/12).


Pameran ini bukan sekadar menampilkan fakta dan koleksi makanan. Juga berusaha memberi pembelajaran bahwa setiap kelompok masyarakat memiliki kebiasaan makan dan cara memperoleh makanan yang berbeda.
Pendiri Museum Anak Kolong Tangga Rudi Corens mengatakan pameran menjelaskan segala budaya, tradisi, filosofi, sosial dan bahkan ritual masing-masing daerah mengolah makanan. “Banyak orang yang menganggap makan itu sebagai kebutuhan pokok semata,’’ katanya
Padahal di balik itu banyak nilai-nilai yang terkandung. ‘’Bahkan di beberapa negara cara makan menunjukkan kelas sosial seseorang,” ungkap warga negara Belgia ini.
Pameran tidak hanya memajang pernik alat penunjang makan. Tetapi juga memajang peninggalan sejarah ketika awal manusia mengenal cara mengolah makanan.
Makanan dan beberapa aspeknya tidak sekadar menjadi bahan konsumsi. Tetapi makanan juga menggambarkan budaya yang sedang berkembang pada era itu. Beberapa gambaran filosofi dan ritual terpajang di dinding pameran. Salah satunya roti buaya yang menjadi ciri khas Betawi.
“Roti Buaya dipilih karena mewakili kesetiaan. Buaya memang binatang ganas tapi buaya merupakan binatang monogami sehingga tidak akan berselingkuh. Hal ini yang membuat buaya sebagai simbol kesetiaan dalam bentuk roti,” ungkap Public Relations pameran Redy Kuswanto.
Acara ditujukan khusus kepada anak-anak yang masih mengenyam pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah. Bertujuan mengenalkan segala budaya dan tradisi dalam dunia kuliner.
Anak-anak sekarang tidak mengenal jajanan pasar. Mereka cenderung memilih makanan cepat saji daripada getuk, tiwul atau mata kebo yang sebenarnya tidak kalah enak. ‘’Dalam pameran ini juga dijelaskan makanan merupakan produk budaya yang patut dijaga,” ungkap Redy.
Pameran You Cook, I Eat dimeriahkan masak bersama Chef William Wongso. Ada juga demo dari Coklat Monggo, demo Cokro Telo Cake, demo masak tradisional dari museum tani, dan lomba melukis. (c1/iwa)

 

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.