|
Monday, 12 March 2012 15:41 |
|
JOGJA- Wali Jogja Haryadi Suyuti sampai saat ini masih sebagai kader Partai Golkar. Bahkan sebagai salah satu kader terbaik, Haryadi juga diundang hadir dalam rapat koordinasi teknis (Rakornis) Jawa II yang digelar DPP Partai Golkar di Semarang, Jawa Tengah.
“ Beliau datang sebagai kader yang duduk di eksekutif,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Golkar DIJ Deddy Suwadi Siregar SH kemarin (11/3). Selain Haryadi, Wakil Bupati Bantul Sumarno Projosumardi juga terlihat dalam pertemuan yang dihadiri ratusan pengurus DPD Partai Golkar tingkat provinsi, kabupaten dan kota di Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIJ. Baik Haryadi maupun Sumarno sama-sama dikenalkan sebagai kader Golkar di depan ratusan peserta rakornis. Rakornis yang berlangsung dua hari, 9-10 Maret itu dibuka Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie di Hotel Patrajasa Semarang. Beberapa kader beringin yang duduk di kabinet seperti Menteri Perikanan dan Kelautan Cicip Sutardjo juga hadir. Agenda rakornis itu membahas karya dan kekaryaan Partai Golkar sekaligus menyongsong pemenangan Pemilu 2014. Deddy menegaskan dengan kehadiran Haryadi dalam rakornis itu membuktikan wali kota Jogja tersebut merupakan kader tulen beringin. Integritas, loyalitas, dan dedidikasi Haryadi sebagai anggota Partai Golkar tidak perlu diragukan. “Dari dulu Pak Haryadi merupakan kader dan anggota Partai Golkar,” tandasnya. Sebagai bentuk nyata loyalitas itu, Deddy menjelaskan Haryadi datang ke acara dengan mengenakan atribut partainya. Mantan ketua Pansus RUUK DIJ DPRD DIJ ini terus terang merasa heran dengan munculnya beragam spekulasi yang mempertanyakan posisi Haryadi sebagai kader partainya. Apalagi ada yang menyebutkan Haryadi telah lompat pagar ke parpol lain. “Kalaupun ada yang mengklaim telah pindah parpol, tolong tunjukan buktinya. Jangan main klaim,” tegas Deddy dengan nada serius. Wakil Ketua DPRD DIJ Janu Ismadi yang juga wakil ketua DPD Partai Golkar DIJ mengatakan dengan hadir ke acara rakornis bukan hanya memantapkan posisi Haryadi sebagai kader. Wali Kota Jogja tersebut juga punya kewajiban membesarkan Partai Golkar. “Itu kewajiban setiap kader apalagi yang mendapatkan amanat sebagai kepala daerah,” tegasnya. Janu kembali menegaskan adanya dokrin sekasur, sedapur, dan sesumur bagi kadernya. Sekasur berarti antarsuami isteri harus kompak dalam mendukung partai. Demikian sedapur berarti satu keluarga dan sesumur artinya kerabat harus sama-sama mendukung Partai Golkar. Janu sengaja mengingatkan ini karena isteri Haryadi, Tri Kirana Muslidatun tercatat aktif sebagai wakil ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja. Status keanggotaan Haryadi sebagai kader beringin sempat menjadi polemik usai Wakil Ketua DPD PDIP DIJ Untoro Hariadi menyebutkan Haryadi sebagai kader terbaik partainya. Peristiwa itu terjadi saat acara pembukaan Pendidikan Kader Pendidik di Gedung JEC pada (23/2) silam. Dalam acara yang dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu, Haryadi juga didaulat membacakan teks Pancasila. ”Pembacaan Pancasila akan dipimpin salah satu kader terbik PDIP DIJ, Haryadi Suyuti, yang menjadi wali kota Jogja,” kata Untoro yang tampil sebagai pembawa acara pembukaan pendidikan kader tersebut. (eri/kus)
|