|
Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev genap berusia 70 tahun kemarin (6/7). Sebagai pemimpin pertama republik pecahan Uni Soviet (sekarang Rusia) yang dua kali terpilih kembali, Nazarbayev mendapatkan hadiah istimewa dari rakyatnya. Bukan sekedar pesta pora dan kemeriahan, tentunya.
Tenda raksasa yang diklaim sebagai tenda tertinggi di dunia itu berdiri megah di pusat Kota Astana, ibu kota Kazakhstan. Meski dibangun sejak Desember 2006, Khan Shatyr--demikian tenda itu disebut--baru resmi dibuka kemarin (6/7). Ya, tenda setinggi 150 meter dari permukaan tanah itu memang kado untuk Nazarbayev. Istimewa memang. Sebab, peringatan ulang tahun ke-70 sang presiden bertepatan dengan hari jadi ke-12 Astana. Tim arsitek Foster and Partners Inggris sengaja menjadikan tenda raksasa itu pusat perbelanjaan dan hiburan indoor di Kazakhstan. Selain pertokoan dan restoran, Khan Shatyr juga dilengkapi bioskop. Hiburan yang disediakan pun beraneka ragam. Mulai dari danau dan pantai buatan sampai taman. ”Bangunan mirip tenda ini sangat canggih. Kami melengkapinya dengan plastik khusus untuk melindungi pengunjung dari cuaca ekstrem Kazakhstan,” terang Norman Foster, pemilik Foster and Partners. Senin malam waktu setempat (5/7), kado untuk Nazarbayev itu dibuka bersama di hadapan sejumlah tamu negara dalam pesta yang dimeriahkan penyanyi tenor Italia Andrea Bocelli. Diantaranya Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Presiden Turki Abdullah Gul, dan beberapa pemimpin negara pecahan Soviet. ”Kami sangat menghargai persahabatan dan hubungan baik yang Anda semua bina dengan Kazakhstan,” papar Nazarbayev seperti dilansir Agence France-Presse kemarin. Mengingat prestasi besar Nazarbayev memakmurkan Kazakhstan, tidak berlebihan jika rakyat menjadikan Khan Shatyr kado istimewa. Betapa tidak. Sejak menjadi negara merdeka seiring runtuhnya Soviet pada 1991 lalu, negara terluas ke-9 di dunia itu tidak pernah lepas dari tangan dingin Nazarbayev. Setelah sekitar 20 tahun berkuasa, dia sukses menjadikan negara yang terletak di perbatasan Eropa dan Asia itu sebagai salah satu tujuan investasi. Astana, yang menjadi ibukota Kazahkstan sejak 1998 juga bertransformasi menjadi kota modern di bawah kepemimpinan Nazarbayev. Sebelumnya, ibu kota Kazakhstan adalah Kota Almaty yang merupakan kota terbesar negeri itu. Awalnya, Astana yang berpenduduk sekitar 700.000 jiwa itu hanya sebuah kota provinsi yang sama sekali tidak menarik. Kini, kota terbesar kedua Kazakhstan itu dijejali bangunan modern dan gedung-gedung megah. Sebenarnya, kado terindah untuk Nazarbayev sudah diberikan parlemen Kazakhstan pada 2007 lalu. Saat itu, usia sang presiden masih 67 tahun. Dalam sebuah rapat istimewa, parlemen memberikan wewenang penuh kepada Nazarbayev untuk terus-menerus memimpin Kazakhstan. Padahal, periode ketiga kepemimpinannya akan berakhir pada 2012 nanti. Mei lalu, Nazarbayev dikukuhkan sebagai Elbasy alias pemimpin terbesar bangsa. Di republik yang dia besarkan itu, Nazarbayev memang dikultuskan. Meski sempat beberapa kali menghindari kesan pendewaan itu, toh Nazarbayev tidak kuasa menampik keinginan sebagian besar rakyat. Pemindahan ibu kota ke Astana pun sengaja diperingati tiap 6 Juli, sesuai tanggal lahir Nazarbayev. Padahal, faktanya, pergantian ibu kota itu terjadi pada Desember 1997. Bulan lalu, dia pun menolak penganugerahan gelar Elbasy yang dikukuhkan dalam undang-undang. (hep/kim)
|