Kamis, 29 Juli 2010
Malaysia Sambut Kapal Selam Pertama

[Jumat, 04 September 2009]

KUALA LUMPUR – Malaysia memperkuat kedigdayaannya di laut. Kapal selam pertama negeri jiran, KD Tunku Abdul Rahman, tiba di Pelabuhan Klang pukul 9.20 pagi waktu setempat kemarin (3/9). Kapal selam elektrik bertenaga diesel yang dilengkapi torpedo dan anti misil itu merapat di markas Angkatan Laut KD Sultan Abdul Aziz Shah di Pulau Indah.

’’Saya harap (AL Malaysia) bisa lebih baik lagi melindungi negara ini dari ancaman, (khususnya) setelah hadirnya aset yang amat bernilai ini,’’ kata Raja sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia, Yang Dipertuan Agung Tuanku Mizan Zainal Abidin seperti dikutip News Strait Times kemarin (3/9).
Yang Dipertuan Agung juga memberikan pujian terhadap para awak kapal selam, atas kerelaan mereka berkorban, kerja keras, dan jauh dari keluarga selama empat tahun demi impian Malaysia itu.  Pulau Indah.
Sejumlah petinggi negara terlihat menyambut kapal selam yang sempat memicu kontroversi itu. Antara lain, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak dan deputinya Tan Sri Muhyiddin Yassin, serta Menteri Pertahanan Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi. Hadir pula Sultan Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah; Jenderal Tan Sri Azizan Ariffin; Laksamana AL Tan Sri Abdul Aziz Jaafar, serta Inspektur Jendral kepolisian Tan Sri Musa Hassan.
Kapal selam bertipe Scorpene itu diawaki 32 anggota kru yang dikomandoi komodor Zulhelmey Ithnain. Demi kelancaran pengoperasin kapal berteknologi tinggi seluruh kru telah menempuh pelatihan selama empat tahun di Prancis. Mereka berangkat dari Prancis pada 11 Juli menuju pelabuhan Klang dengan menghabiskan waktu selama 54 hari. Perjalanan itu sudah termasuk 32 hari penyelaman dan 10 hari muncul di permukaan.   Kapal singgah di beberapa tempat, seperti di Jeddah, Djibouti, dan Cochin (India). 
Malaysia memesan dua kapal perang selam kepada pembuat kapal di Eropa pada 2002. Masing-masing dibuat oleh pembuat kapal DNS yang bermarkas di Prancis dan Navantia dari Spanyol. Proyek kapal yang sempat menimbulkan kontroversi itu total menghabiskan dana hingga USD 900 juta (sekitar Rp 9,091 triliun). Kapal selam kedua diperkirakan akan dikirim ke Malaysia tahun depan. 
Proyek kapal selam ini sempat menimbulkan kontroversi politik. Diduga Najib mendapatkan komisi. Namun, dia membantah tudingan itu.
Impian Negeri Ringgit untuk memiliki kapal selam itu sejatinya sudah mengemuka sejak 25 tahun silam. Ini dituangkan dalam program mereka Rencana Pembangunan Malaysia yang Kelima, padahal sekarang sudah kesembilan. ’’Kami berharap semakin banyak kapal selam yang dibeli lagi pada Rencana Pembangunan Ke-13 atau 14 Malaysia,’’ ujar Menhan Ahmad Zahid.
Bernama melaporkan, otoritas setempat menegaskan bahwa kehadiran kapal selam canggih itu bukan merupakan ancaman bagi negara-negara tetangganya. Sebaliknya, mereka hendak ikut mengamankan perairan Asia Tenggara.
Untuk memperingati hari istimewa tersebut, Pos Malaysia meluncurkan prangko yang menunjukkan kapal selam pertama Malaysia dan hari pertama kedatangan. Dijual senilai 30 sen dan 50 sen. Satu set lengkap RM 33,1. (war/ami)
 

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.