Kamis, 29 Juli 2010
Ubah Status di FB, Istri Dihabisi

[Kamis, 03 September 2009]

WALES – Hati-hati dengan status Facebook (FB) Anda. Seorang suami di Wales tega membunuh istri karena mengubah status profilnya dari ’’menikah’’ menjadi ’’single’’. Kekesalan itu merupakan puncak dari pertengkaran rumah tangga mereka.

Brian Lewis muntab melihat profil istrinya, Hayley Jone, 26, ketika mengakses Facebook di internet. Karena istrinya menghabiskan waktunya menyusuri dunia maya hingga pagi, Brian kemudian membentak. Terjadilah pertengkaran menjelang fajar pada 12 Maret 2009. Brian kemudian menikam dan mencekik Hayley hingga tak bernapas lagi.
Brian melaporkan kejadian itu dengan menelepon 999. Namun, dia meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) beberapa saat kemudian. Dia kemudian menyerahkan diri ke pos polisi terdekat dari rumah yang ditinggali bersama Heyley dan keempat anaknya.
Fakta tersebut terbongkar dalam kesaksian di pengadilan Cardiff Crown pada Selasa (1/9). Brian juga dilaporkan meninggalkan anak-anak Hayley yang berusia 3–10 tahun hingga mereka menemukan jasad sang ibu di ruang keluarga.
Namun, pria asal Philips Town, New Tredegar, itu membantah tuduhan telah melakukan pembunuhan. Dia kepada hakim mengatakan bahwa masalah dalam keluarganya muncul sejak dirinya menganggur. Kemudian, sang istri yang sebelumnya hanya menjadi ibu rumah tangga malah mendapatkan pekerjaan sebagai asisten perawat.
Jaksa Mark Evans Q.C. dalam sidang menyatakan, berbarengan dengan munculnya masalah tersebut, Hayley terus memperluas jejaring sosialnya melalui internet. ’’Dia (Heyley) mulai menghabiskan banyak waktu dengan berbincang melalui situs Facebook,’’ ujar Mark.
Sejak saat itu, kata Brian, istrinya menjadi tertutup. Dia mencontohkan, Hayley melarang Brian melihat isi akun Facebook-nya dan cepat-cepat mematikan layar komputer ketika suami melihat dirinya mengakses internet.
Sepuluh hari sebelum tragedi pembunuhan itu, Hayley diketahui mengubah status di profil Facebook-nya dari ’’menikah’’ menjadi ’’single’’. ’’Dia (Hayley) ingin mempertegas bahwa hubungannya dengan Brian sudah berakhir. Cukup jelas bahwa Brian menjadi sangat khawatir dan selalu ingin tahu tentang aktivitas internet istrinya,’’ tambah Mark.
Saat diinterogasi polisi, Brian mengaku bahwa hubungannya dengan Hayley telah kandas. Namun, hakim juga mendengar kesaksian dari beberapa pengunjung di Phillipstown Social Club dekat rumahnya empat hari sebelum Hayley tewas.
Seorang saksi mendengar Brian berteriak. ’’Jika aku tidak bisa memiliki dia, tidak ada orang lain yang bisa memiliki. Sebab, aku akan membunuhnya terlebih dahulu,’’ ujar sebuah kesaksian menirukan perkataan Brian. Karena itu, hakim akan mempertimbangkan berbagai kesaksian untuk menentukan motif dari pembunuhan tersebut. (cak/ami) 

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.