|
[22 Juli 2009] ROMA – Skandal seks begitu lekat dengan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi. Yang paling mutakhir adalah beredarnya rekaman suara pembicaraan antara orang nomor satu di Italia itu dengan seorang wanita penghibur kelas wahid di internet. Rekaman memalukan tersebut dibuat secara rahasia oleh PSK kelas atas Patrizia D’Addario, 42, setelah keduanya menghabiskan dua malam di rumah dinas perdana menteri di Palazzo Grazialo, Roma.
Bulan lalu, nama Patrizia disebut sebagai salah seorang di antara belasan wanita yang diundang dalam pesta-pesta politisi top Italia. Patrizia yang beberapa kali pernah difoto untuk kalender itu mengklaim telah tidur bersama Berlusconi. Tentu saja, sang perdana menteri langsung membantah klaim tersebut. ”Bagaimana bisa seorang laki-laki tidur bersama seorang wanita tanpa ada hasrat saling mencintai, apalagi harus membayar untuk hal itu,” kelit Berlusconi. Berlusconi bisa saja berkilah. Yang jelas, rekaman suara yang beredar di internet sejak kemarin (21/7) itu menjadi bulan-bulanan media setempat. Situs koran berhaluan kiri La Republica dan majalah L’Espresso memuat rekaman tersebut. Dalam waktu satu jam setelah dimuat di website itu, rekaman skandal kelas tinggi tersebut langsung memancing ratusan komentar. Dalam sebuah potongan rekaman, dengan aksen Milan yang khas, Berlusconi memuji Patrizia dan seorang wanita lain berpakaian hitam dengan menyebut mereka ”carine” atau manis. ++++++++Dua minggu berikutnya, 4 November 2008, dalam rekaman lain, Berlusconi terdengar membanggakan koleksi bukunya. Dia lalu menawari Patrizia untuk memiliki salah satu koleksinya. Sebuah dialog mesra juga terjadi dan tertangkap oleh rekaman suara tersebut. Dalam rekaman tersebut, Berlusconi mengatakan, ”Aku mau mandi. Apakah kamu mau menungguku di tempat tidur jika kamu selesai lebih dulu?” Patrizia menjawab, ”Tempat tidur yang mana? Tempat tidur Putin?...” Berlusconi menjawab, ”Ya, tempat tidur Putin”. Patrizia menimpali, ”Ah, manis sekali…(tempat tidur itu). Indah sekali hiasannya.” Keesokan harinya, sang perdana menteri menelepon Patrizia untuk menanyakan kabar. ”Aku baik-baik saja. Tapi, suaraku hilang…,” jawab Patrizia. Berlusconi lantas menimpali, ”Hah? Kita bahkan tidak berteriak sama sekali”. Kemudian, dia mengatakan sedang berada dalam perjalanan menuju ke Moskow. Dia lalu menutup telepon dan mengucapkan ”ciao tesoro” (sampai jumpa harta karunku). (cak/ami) |