|
[Sabtu, 11 Juli 2009] Didamprat di Negeri Asal 
ROMA –Italia adalah negara asal first lady Prancis Carla Bruni. Tapi, ketika mendampingi sang suami, Presiden Nicolas Sarkozy, ke KTT G-8 yang tengah berlangsung di L’Aquila, mantan supermodel itu tidak memperoleh kisah manis. Dia malah jadi sasaran dampratan sebuah media setempat.
Gara-garanya, Bruni dianggap sombong karena tak mau berbaur dengan ibu negara lain. ”Tolong beri tahu first lady Carla Bruni bahwa kesombongan pada derajat tertinggi sama dengan ketidaksopanan di wilayah kami,” tulis harian sayap kanan Italia Il Giornale kemarin (10/7). Sindiran itu dilontarkan setelah perempuan 41 tahun tersebut kedapatan absen dalam dua acara penting yang digagas istri para petinggi G-8, termasuk ibu negara Amerika Serikat (AS) Michelle Obama. Pada Kamis pagi lalu (9/7), kelompok ibu-ibu negara G-8 mengunjungi bekas wilayah di L’Aquila yang hancur karena gempa dahsyat April lalu. Tapi, Bruni tidak ikut. Sebab, saat itu dia belum tiba di Italia. Bruni baru menginjakkan kaki di negeri yang pemerintahannya dipimpin Silvio Berlusconi tersebut Kamis sore. Kemarin dia menjadwalkan kunjungan solo ke kawasan gempa yang sekaligus menjadi lokasi KTT G-8 di Italia bagian tengah itu. Karena terlambat datang, Bruni pun tidak bisa bergabung dengan rombongan first lady G-8 saat bertemu Paus Benediktus XVI sehari sebelumnya atau Rabu (8/7). Tapi, pada hari yang sama, dia mengimbau negara-negara G-8 melanjutkan dukungan mereka terhadap program-program kesehatan di Afrika. Duta internasional Dana Global untuk Memerangi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria itu menyerukan imbauannya dalam wawancara dengan harian Inggris The Guardian. Tidak hanya bersikap eksklusif, Bruni disebut-sebut sengaja menjauh dari KTT G-8. ”Secara tidak langsung, dia menyatakan bahwa G-8 adalah acara yang penuh kepura-puraan. Tidak perlu G-8. G-1 saja sudah lebih dari cukup, dengan Carla Bruni sebagai tamu tunggal. Itu menjadi peristiwa yang paling hebat di muka bumi sejak wafatnya Bunda Teresa,” kritik surat kabar milik saudara laki-laki Berlusconi tersebut. Federico Novella, penulis editorial Il Giornale, pun mengaku kesal kepada Bruni. ”Kita harus mengakui bahwa Carla (Bruni) memang selalu menjadi pahlawan bagi mereka yang kurang beruntung. Tapi, jika Anda bersikap seperti itu, perbuatan amal pun akan berbau tidak sedap,” ujarnya seperti dikutip Agence France-Presse. (hep/ttg) |