|
[Jumat, 10 Juli 2009] Tabloid Murdoch Sadap 3.000 Telepon LONDON - Pelanggaran etika jurnalistik yang tergolong berat terjadi di Inggris.Pelakunya News of the World, tabloid mingguan laris yang berada di bawah kendali grup milik taipan media Rupert Murdoch.
Mengutip sumber beberapa petinggi senior di Kepolisian Metropolitan London, harian Inggris lainnya --The Guardian-- melaporkan bahwa kemarin (9/7) sejumlah wartawan News of the World sudah menyadap setidaknya 3.000 telepon milik politikus, selebriti, dan figur publik lainnya di Inggris. Mereka menyewa jasa detektif swasta untuk mengorek isi pesan voice mail para korban.
”News of the World kemudian menggunakan informasi yang didapatkan itu untuk membuka akses ke berbagai data pribadi para korban penyadapan. Di antaranya, catatan pajak, data jaminan sosial, rekening bank, dan tagihan telepon,” tulis The Guardian. Mereka yang masuk daftar korban penyadapan oleh tabloid yang terbit di London itu, antara lain, adalah mantan Deputi Perdana Menteri John Prescott, eks Menteri Kebudayaan Tessa Jowell, dan Wali Kota London Boris Johnson. Dari selebriti, ada nama aktris top asal Hollywood yang menikah dengan vokalis band Inggris Coldplay Chris Martin, Gwyneth Paltrow. Operasi penyadapan itu berlangsung sejak 2007. Menurut The Guardian, beberapa di antaranya kemudian terbongkar. Untuk membungkam mulut mereka lewat penyelesaian non pengadilan, News of the World pun harus merogoh kocek total USD 1,6 juta (sekitar Rp 16,228 miliar). Salah seorang yang menerima kompensasi dari News of the World adalah Gordon Taylor, ketua Asosiasi Pemain Profesional (PFA). PFA adalah asosiasi para pemain yang merumput di Liga Inggris. Laporan The Guardian itu kontan menggegerkan Inggris. Mulai kepolisian hingga parlemen langsung mereaksinya. Komisioner Kepolisian Metropolitan London Sir Paul Stephenson memerintah seorang pejabat senior di kesatuannya, yaitu John Yates, untuk memverifikasi laporan koran yang juga terbit di London tersebut. ”Kami akan melapor kepada parlemen bahwa investigasi terhadap kasus ini sudah selesai,” kata Stephenson seperti dikutip BBC. Sedangkan Ketua Komite Budaya, Media, dan Olahraga di Parlemen Inggris John Whittingale menyatakan akan segera memanggil para eksekutif di News International Ltd. News International adalah grup media yang memiliki News of the World. Grup itu merupakan bagian dari News Corps, raksasa media milik Rupert Murdoch. ”Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada News International terkait dengan laporan The Guardian tersebut,” kata Whittingale. Skandal itu juga menyeret Andy Coulson, direktur komunikasi Partai Konservatif David Cameron. Coulson adalah mantan redaktur News of the World. Pada 2007, salah seorang wartawannya, Clive Goodman, dipenjara empat bulan karena terbukti menyadap sistem voice mail Kerajaan Inggris. Coulson kemudian mengundurkan diri, lalu direkrut Cameron yang kini menjadi kandidat kuat Perdana Menteri Inggris. Tapi, buru-buru Cameron memastikan bahwa dirinya tidak akan memecat Coulson. ”Dulu saya merekrutnya karena ingin memberinya kesempatan kedua. Harap dibedakan antara apa yang dia lakukan dulu dan sekarang,” tegasnya. (war/ttg/jpnn) |