|
[Selasa, 30 Juni 2009] Koin Salah Cetak, Nilainya Berlipat LONDON - Rezeki memang bisa datang dari mana saja, termasuk dari kekeliruan fatal.
Itulah yang dialami warga Inggris yang kebetulan mengantongi pecahan koin 20 pence ( GBP 1= 100 pence. 1 pence berarti sekitar Rp 170, Red) versi terbaru. Royal Mint—perusahaan percetakan uang milik pemerintah Inggris—melakukan kesalahan besar dengan mengedarkan pecahan 20 pence terbaru tanpa dilengkapi tahun cetak, yaitu 2009. Menurut BBC, jumlah yang kadung beredar tak tanggung-tanggung, antara 50-200.000. Nah, mereka yang kebetulan sudah mengantongi uang salah cetak itu tak perlu meringis, bahkan harusnya tertawa. Karena, gara-gara kesalahan itu, pecahan 20 pence tersebut justru nilainya menjadi berlipat-lipat. The London Mint Office, sebuah perusahaan swasta yang tak memiliki hubungan dengan Royal Mint, bersedia membeli tiap pecahan uang “invalid” itu sebesar GBP 50 (sekitar Rp 850.000). Tentu saja London Mint Office sudah berhitung mengapa mereka bersedia berinvestasi pada uang salah cetak tersebut. Nick Hart, pakar koin di London Mint Office, memperkirakan, nilai pecahan invalid tersebut akan membumbung seiring berjalannya waktu. “Kesalahan seperti ini akan sangat menarik minat para kolektor koin di masa mendatang,” kata Hart kepada Daily Mail. Apalagi, Royal Mint, yang markas besarnya terletak di llantrisant, Wales Selatan, tersebut, selama ini dikenal sebagai percetakan uang yang reputasinya sangat baik. Bahkan, beredarnya uang salah cetak secara masif seperti sekarang ini merupakan yang pertama terjadi di wilayah Inggris Raya selama 300 tahun terakhir. Terakhir, insiden serupa terjadi pada 1672 kala Raja Charles II masih berkuasa. Memang pada 1983 Royal Mint juga sempat salah mencetak kalimat “two pence” pada koin 2 pence menjadi “new pence.” Tapi, koin invalid itu tak terlalu banyak beredar. Nah, dari sedikit yang kadung bersirkulasi itu, nilainya sekarang dikabarkan sudah mencapai ribuan poundsterling. Jadi, bisa dibayangkan keuntungan yang akan dikantongi London Mint Office beberapa tahun dari sekarang seandainya mereka sukses menarik semua koin 20 pence yang salah cetak tadi dari pasar. Kesalahan itu sendiri bermula dari keputusan Royal Mint untuk memperbarui tampilan semua pecahan koin dari 1 pence ke GBP 1. Yaitu, 5,10, 20, dan 50 pence atau biasa juga disebut penny. Keputusan tersebut diambil karena desain koin 5 dan 10 penny tak pernah berubah selama empat dekade terakhir. Padahal, ada konvensi tak tertulis yang dianut Royal Mint yang menyebutkan kalau desain koin harus berubah setelah 40 tahun. Perubahan desain koin 20 pence terletak pada letak tahunnya. Di edisi lama, pada bagian ekor atau bawah, sedangkan di yang baru berposisi di bagian kepala atau atas, dekat kepala Sri Ratu Inggris. Nah, ternyata ada puluhan atau bahkan ratusan ribu koin 20 pence baru itu yang dicetak menggunakan model kepala Sri Ratu yang lama yang tanpa tahun. (jpnn) |