Kamis, 29 Juli 2010
Bantah Berlusconi Bayar Teman Tidur

Bantah Berlusconi Bayar Teman Tidur

ROMA - Skandal kehidupan pribadi Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi terus menuai kontroversi. Kemarin (20/6) pengacaranya menegaskan bahwa kliennya tak pernah membayar wanita panggilan untuk menemaninya. Sebab, pria flamboyan itu bisa mendapatkan wanita kapan saja dan gratis.
’’Jika Anda berpikir bahwa Berlusconi harus membayar 2.000 euro (sekitar Rp 29 juta) hanya untuk tidur dengan seorang perempuan, menurut saya, itu berlebihan. Saya rasa, dia (Berlusconi) akan mudah mendapatkan banyak wanita, gratis,’’ kata Niccolo Ghedini, pengacara Berlusconi, seperti dikutip The Daily Telegraph. ’’Dia sangat menghormati wanita dan tidak akan pernah bermimpi membayar mereka hanya untuk tidur dengannya,’’ tambahnya.
Sebelumnya, koran Corriere Della Sera memuat wawancara dengan Patrizia D’Addardo yang mengaku pernah dibayar untuk menghadiri sejumlah pesta Berlusconi. D’Addardo adalah janda 42 tahun yang dulu dikenal sebagai seorang wanita panggilan kelas atas.
Dalam wawancara tersebut, D’Addardo mengatakan hanya dibayar GBP 1.700 atau setengah dari 2.000 euro karena dirinya menolak menginap di kediaman Berlusconi. Sedangkan harian El Pais memuat gambar dari sebuah website yang memperlihatkan suasana salah satu vila Berlusconi di Sardinia.
Penyidik di kepolisian Bari, kampung halaman Berlusconi, juga sedang menginvestigasi dua saudara laki-laki sang perdana menteri itu. Mereka adalah Giampolo dan Claudio Trantini. Keduanya diperiksa dalam kasus dugaan korupsi. Selain itu, petugas yang menyadap telepon mereka menemukan bahwa keduanya juga pernah mendatangkan beberapa wanita untuk pesta Berlusconi.
Mantan Presiden Prancis Jacques Chirac juga ikut memanaskan kontroversi. Dalam pernyataannya yang dikutip majalah L’Expres, dia bercerita bahwa Berlusconi pernah menunjukkan sebuah majalah porno dan beberapa model yang pernah tidur dengannya. Pembicaraan itu terjadi saat kunjungan resminya ke Italia tujuh tahun lalu. (cak/ttg/jpnn)

 
Banner
Copyright © 2008 PT. Yogyakarta Intermedia Pers. All rights reserved.