PURWOREJO - SEJAK Januari hingga awal Maret 2009 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Purworejo mencapai 85 kasus. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo mencatat kasus tersebut tersebar di 16 kecamatan di Purworejo. Penemuan kasus DBD terakhir menyerang tiga orang di Desa Winong, Kecamatan Kemiri, Purworejo. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan drg Dwitiya Suprijono MKes kemarin. Ia mendapatkan laporan satu orang yang sudah sembuh dan dua lainnya masih dirawat di RSUD Saras Husada Purworejo. “Bulan-bulan ini DBD memang masih harus diwaspadai," ujarnya. Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2) Dinkes Purworejo, Ucok Sujarwo SH mengatakan Dinkes langsung turun lapangan untuk melakukan penyelidikan epidemologi (PE). "Kami sudah kirimkan petugas dari Puskesmas setempat untuk melakukan PE. Rencananya besok (hari ini) segera kami lakukan pengasapan," tuturnya Ucok menambahkan, sebelumnya pengasapan sudah dilakukan di SD Maria Plaosan, Purworejo dan komplek SMAN 7 untuk mencegah penyebaran penyakit. Secara mandiri masyarat juga diimbau menggelar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing dan segera melaporkan menemuan kasus yang mengarah ke DBD. "Sarang nyamuk yang cukup disukai adalah genangan temporer, perkembangan jentik sangat identik dengan genangan air. Sementara jika menemukan indikasi gejala klinis seperti demam tinggi disarankan langsung diperiksakan ke RS. Jangan terlambat," tegasnya Masyarakat diimbau waspada mengingat tren kasus DBD kembali meningkat sekitar September mendatang. Sementara persediaan obat, Dinkes memastikan masih cukup untuk kebutuhan setahun ke depan. Jenis-jenis obat tersebut di antaranya abate dan cairan fogging (pengasapan). “Fogging dilakukan jika penyebaran sudah meluas, yang harus digiatkan adalah kebiasaan PSN. PSN adalah upaya pencegahan yang paling efektif dan tepat,” tandasnya. (tom)
|