BANTUL – Pelan tapi pasti, manajemen PD Aneka Dharma melebarkan sayap bisnisnya. Teranyar, salah satu BUMD ini mendirikan taman hiburan rakyat (THR) Gabusan Square. Lokasinya di Jalan Parangtritis Km 9,5 Timbulharjo, Sewon.

Direktur Utama PD Aneka Dharma Aditya Hera Nurmoko mengungkapkan, konsep unit usaha baru BUMD yang dipimpinnya ini mendukung usaha ekonomi kreatif. Sebab, di THR Gabusan tidak hanya berdiri beberapa stan kuliner khas Bumi Projo Tamansari. Melainkan juga restoran dan panggung hiburan.

“Segmennya komplet. Yang jualan orang Bantul semua,” jelas Adit, sapaannya, kemarin (20/11).

Kendati lokal, Adit memastikan kuliner yang dijajakan marketable. Cocok dengan lidah. Di antaranya adalah bakmi, oseng-oseng mercon hingga kuliner khas angkringan.

Terkait panggung hiburan, pria yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi swasta ini mengungkapkan, didesain sebagai ruang berkesenian. Sekaligus menghibur pengunjung THR. Hingga kemarin ada puluhan kelompok berkesenian yang mendaftar. Antara lain, 17 orkes melayu, enam band Koes Plus-an, dan beberapa kelompok kesenian lokal.

“Panggung hiburannya setiap hari. Mulai pukul 20.00 sampai jam 24.00,” ucapnya.

Menurutnya, Aneka Dharma hanya menyediakan lokasi dan listrik. Seluruh anggaran pembangunan stan, panggung hingga pernak-pernik THR ditanggung pihak ketiga. Dengan model kerja sama operasi (KSO). “Kami memanfaatkan aset yang mangkrak sebagai lokasinya,” katanya.

Dengan berdirinya THR Gabusan Square ini, Adit berharap Aneka Dharma punya kiprah lebih. Sebagai salah satu BUMD, manajemen Aneka Dharma ingin ikut menyumbang pendapatan asli daerah lebih banyak.

Bupati Bantul Suharsono apresiatif dengan pendirian THR Gabusan Square. Dia berharap dapat menjadi jujugan kuliner sekaligus tempat hiburan alternatif bagi masyarakat. “Sehingga harganya harus terjangkau,” pesannya. (zam/ila)