Cerita Dude #1

Keindahan Jogja bagi Dude Harlino

Jogja, dengan penuh keistimewaannya membuat setiap pengunjung kota ini tak kan bisa melupakan kisah atau cerita yang pernah mereka rasakan. Setiap sudut kota ini memiliki jutaan kenangan, pantas saja ketika saya pertama menginjakan kaki di kota ini tak bisa melupakan sampai saat ini.

Dari mulai keramahan masyarakatnya, jutaaan budaya dan keindahan wisatanya. Sampai-sampai saya sendiri seakan-akan merasakan sudah menyatu dengan Kota Jogja.

Saya berfikir, wajar saja setiap hari Kota ini dipenuhi wisatawan. Karena jawabannya kota ini memang sangat istimewa, sehingga tidak boleh dilewatkan dari daftar kunjungan liburan yang telah direncanakan sebelumnya.

Tidak akan pernah habis cerita kita ketika sudah pernah merasakan damainya kota yang terkenal dengan julukan Kota Gudeg ini. Karena memang Jogja pantas dijuluki sebagai Kota Berjuta Kenangan. Begitu indahnya kenangan yang saya rasakan, bahkan takkan cukup saya ceritakan walaupun dalam satu halaman sekaligus. (*)

Cerita Dude #2

Antara Jogja dan Bisnis Kuliner

Tahun 2016 lalu, saya tiba-tiba ingin membuat bisnis yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat luas. Entah sudah berapa banyak kerjasama yang ditawarkan ke saya. Setelah itu, beberapa bidang saya pelajari segera, saya akhirnya memantapkan untuk bisnis oleh-oleh seperti sahabat saya, Teuku Wisnu di Kota Malang.

Saya banyak belajar dengannya dan alhamdulillah saya mantap membuka bisnis oleh-oleh di Kota Jogja bersama sahabat saya yang juga pembisnis asal Kota Jogja.

Ya Jogja, seperti yang pernah saya ceritakan di cerita Dude # 1, kota ini memberikan magnet tersendiri bagi saya, dan ingin sekali menjadi bagian kota yang selalu saya kenang karena keramahan dan kearifan lokalnya.

Karena Jogja pula, bentuk rasa cinta saya dengan kota ini saya menyematkan kata Jogja di nama bisnis saya. Mungkin pembaca sekalian pernah mendengar nama Jogja Scrummy, ya Jogja Scrummy itulah tersemat kata Jogja, dan nama itu yang saya ambil untuk usaha kuliner saya di Kota Jogja ini.

Saya banyak belajar dari masyarakat Jogja, bahwa Jogja dengan keramahan warganya inilah yang menjadikan kota ini sangatlah istimewa, maka saya pun memutuskan untuk menjadikan warga Jogja menjadi bagian dari keluarga saya.

Saya sangat mencintai keluarga baru saya di Jogja Scrummy, karena mereka memberikan keramahan Kota Jogja itu sendiri, kesederhanaan mereka pula yang membuat saya semakin semangat untuk membangun dan berinovasi untuk terus berkarya di Kota Istimewa Yogyakarta. (*)

Cerita Dude # 3

Saya Belajar dari Kesederhanaan Yu Djum

Ketika saya ceritakan perjalanan bisnis saya di dunia oleh-oleh, semua terinspirasi dari sosok seorang nenek yang legendaris di Kota Jogja. Dari beliaulah saya banyak belajar arti sabar dan kegigihan. Sampai saat ini saya masih teringat kerut wajah beliau yang menua.

Namun, beliau masih bisa tersenyum, masih bisa memberikan wejangan dengan fasih di usia beliau kala itu.
Jujur dari lubuk hati saya, saya baru mengenal seorang wanita yang terkenal di nusantara ini. Karya beliau meracik masakan yang merupakan salah satu icon Kota Jogja. Kesederhanaan kota ini juga ada di dalam pribadi beliau, ya beliau adalah Yu Djum.

Maka, ketika saya mendengar beliau wafat, saya kaget dan hati saya tak bisa menahan kesedihan yang mendalam. Seketika itu pula saya merasakan kehilangan sosok yang saya jadikan panutan dalam bidang usaha. Tapi saya teringat pesan beliau waktu. “Jadilah seperti padi, makin berisi maka makin merunduk”. Pesan yang penuh sarat makna, kesederhanaan, kearifan , dan menolak gaya kesombongan atau keangkuhan.

Oleh karena itu, saya menjadikan keluarga saya di Jogja Scrummy ini untuk memahami nilai-nilai yang saya sampaikan. Eratkan ukhuwah sesama karyawan, berlaku sederhana, dan hiduplah penuh dengan kasih saying. Sejatinya keberadaan Jogja Scrummy juga untuk membahagiakan warga Jogja pada khususnya, dan lebih luas lagi yaitu masyarakat Indonesia yang berkunjung di Kota Jogja. (*)