Tawarkan 6 Rasa, Kemasannya Unik

Anda penyuka bakpia? Anda ingin mencari oleh-oleh khas Jogja ini? Silakan mencoba BAKPIAKU. Di BAKPIAKU ini, akan didapatkan bakpia yang khas, dan super enak. Sedikitnya ditawarkan enam varian rasa, dengan ciri khas isinya lembut, kulitnya tipis berlapis, dan renyah.

“Kami memang tergolong baru, baru berdiri tahun 2012. Tapi bakpia kami (BAKPIAKU) berani diadu,” kata owner BAKPIAKU, Yudi Tri Sanjaya (30) didampingi istrinya Vika Felina (28) ketika ditemui Jawa Pos Radar Jogja di outlet Jalan Jogja-Solo Km. 9.

Sebelum menggeluti usaha BAKPIAKU ini, ia telah mendahului dengan survei rasa terhadap produk-produk bakpia yang berada di Jogja dan sekitarnya. Dari hasil survei ini, ia memberanikan diri untuk terjun ke dunia usaha produksi camilan asli Jogja ini dengan merek BAKPIAKU.

Berbeda dengan bakpia-bakpia yang sudah ada, BAKPIAKU menawarkan jenis bakpia basah. “Jadi berbeda dengan bakpia pada umumnya,” ungkapnya.

Sedikitnya ada enam varian jenis rasa yang diproduksi: Rasa Kacang Hijau, Cokelat, Susu, Capuccino, Keju, dan Greentea. “Yang recommended ada cokelat, kacang hijau, dan keju,” tandasnya.

Bahan baku yang dipakai, ditegaskan merupakan bahan-bahan yang berkualitas dan aman. “Bahan bakunya beberapa ada yang lokal dan beberapa bahan lainnya ada yang impor. Berkualitas tinggi, dan kami pastikan aman untuk dikonsumsi.

Untuk ketahanan atau keawetannya, ada dua pilihan. Untuk rasa greentea dan kacang hijau, bisa tahan tujuh hari, sedang rasa lainnya seperti Susu, Capuccino, Keju, dan Cokelat, bisa tahan hingga 14 hari. “Kami tidak menggunakan bahan pengawet,” tandasnya.

Harga yang ditawarkan sangan kompetitif dan terjangkau, untuk satu pak isi 5 ditawarkan Rp 15.000, isi 10 Rp 25.000, dan isi 20 Rp 47.000.

Daya tarik lainnya, pengepakan di BAKPIAKU dibuat semenarik mungkin, dengan bentuk yang unik dan lucu. “Dulu bentuk packing-nya berbentuk pensil yang sudah diraut, tapi sudah kami ubah lagi dengan bentuk permen yang ada pita di pinggirnya,” ungkapnya.

Untuk memberikan jangkauan yang luas dalam pemasarannya, BAKPIAKU dipromosikan dengan media sosial, seperti instagram, dan facebook. Selain itu, juga rajin mengikuti event, seperti pameran. “Untuk lebih memasarkan BAKPIAKU, semua kami tempuh, sehingga cepat dikenal,” katanya.

Hingga saat ini, sedikitnya sudah terdapat tiga outlet, yakni di Jalan Gajah Mada No. 60, Jalan Kaliurang Km 5, dan di Jalan Jogja-Solo Km. 9.

Outlet didesain sedemikian rupa, sehingga menarik. Seperti yang ada di Jalan Jogja-Solo Km. 9, desainnya dikombinasi dengan coffee shop. “Sederhana, tapi classic, sehingga terlihat seperti muda,” katanya.

Untuk penjualan, BAKPIAKU juga melayani delivery. Orderan, pernah dari luar negeri, seperti Amerika Serikat, Malaysia. Selain itu juga banyak orderan dari kota-kota luar Jawa. “Untuk yang luar pulau, atau luar negeri, biasanya memberikan rekomendasi bakpia dengan tingkat keawetannya lebih lama,” tuturnya.

Dengan jumlah karyawan 41 orang, BAKPIAKU kontinyu berproduksi. Permintaan pasar yang paling ramai, adalah di saat-saat musim libur. “Biasa, bakpia kan identik dengan oleh-oleh, dan memang oleh-oleh khas Jogja, sehingga di saat liburan, permintaannya naik tinggi,” katanya.

Seiring banyaknya permintaan pasar, saat ini BAKPIAKU sedang berusaha menambah outlet dan varian rasa. Untuk varian rasa yang sedang dalam persiapan, adalah rasa durian dan strawberry.
“Outlet kami, buka dari 07.00 hingga 22.00 WIB,” katanya.

Selain bakpia, di outlet-outlet BAKPIAKU juga dijajakan beragam snack. “Harapan ke depan untuk bisnis BAKPIAKU, inginnya terus meningkat, dan syukur bisa merambah pasar yang lebih luas, internasional,” pungkasnya. (*/jko/ong)