DESA WISATA PENTINGSARI FOR RADAR JOGJA
MENARIK: Peserta aktif mengikuti pelatihan leadership di The Cangkringan Hotel and Spa beberapa waktu lalu.
JOGJA – Pelatihan kepemimpinan (lead-ership) bagi pengurus desa wisata binaan perseroan digelar PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akhir pekan lalu (26/5). Tujuannya, meningkatkan kualitas sumber daya ma-nusia (SDM) bagi pengurus desa wisata.

Pelatihan tersebut bagian Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan diha-diri Head of CSR BCA Sapto Rachmadi dan Kepala KCU BCA Jogjakarta Saswito Tjoe.Kegiatan tersebut sebagai upaya pem-berdayaan masyarakat. Harapannya mereka bisa menciptakan keadaan di mana masyarakat bisa tumbuh dan mencapai kemajuan serta mandiri.

“BCA mendukung kegiatan tersebut sebagai Solusi Unggul BCA termasuk dengan membina desa wisata. Mulai pengembangan SDM hingga memberi bantuan sarana dan prasarana pendukung desa wisata,” ungkap Saswito saat pelatihan di The Cangkring-an Hotel and Spa pekan lalu.

Saswito meneruskan, pelatihan diikuti 35 peserta. Mereka berasal dari Kampung Batik Wiradesa Pekalongan, Goa Pindul Desa Bejiharjo, Desa Wayang Wukirsari, Desa Pentingsari, dan Desa Wisata Tam-ansari. Adapun pemateri adalah Sunaryo Soegiarto.

Dia mengajak peserta mema-hami pola pikir kepemimpinan, gaya kepemimpinan, pendelegasian wewenang, hingga manajemen konflik.

“Kami berharap pelatihan selama dua hari (25-27/05) membuat pengurus desa wisata binaan cakap dalam mengelo-la. Selain itu, kegiatan ini membawa dampak positif. Yakni, kualitas layanan. Dengan begitu, kesejahteraan desa wisata binaan juga tercapai,” katanya.

Sementara itu, Head of CSR BCA Sap-to Rachmadi menambahkan, kegiatan ini menjadi rangkaian pembinaan perseroan terhadap desa wisata binaan yang telah dilakukan sebelumnya. “Sebelumnya, kami melakukan pela-tihan pelayanan prima, studi banding ke beberapa desa wisata binaan, hingga marketing online. Ini jadi persiapan re-generasi agar desa wisata eksis di masa depan,” tegas Sapto.

Sapto menambahkan, khusus di DIJ, dari beberapa desa wisata binaan, ada yang menunjukkan kinerja membaik. Misal, Desa Wisata Pentingsari mampu meraup pendapatan hingga Rp 300 juta dan setahun Rp 1,8 miliar. Sebelumnya, hanya Rp 60 juta hingga Rp 70 juta. Sedangkan Desa Wisata Goa Pindul da-lam sebulan mendapat Rp 400 juta lebih. (**/hes/ila/ong)